Cegah DBD dengan Hidup Sehat

March 26, 2010 by  
Filed under Samarinda

Samarinda- Kota Samarinda selama ini mengalami identik Musim ekstrem, berakibat cuaca tak menentu hujan atau panas. maras kewaspadaan pada musim hujan identik dengan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Kalau pola hidup jorok, kemungkinan akan memiliki penyakit cukup mematikan itu. Berdasarkan cacatan puskesmas segiri, dari tiga kelurahan wilayah kerjanya, tercatat hingga bulan mei 20101 sebanyak 20 orang terjangkit penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).“Data ini malah semakin meningkat dari bulan-bulan sebelumnya, bukan karena kerja kami tidak maksimal, ini karena pengaruh musim yang sangat ekstrem tak menentu, kadang hujan, kadang panas,”ungkap Kepala Puskesmas Segiri, Dr Slamet Soebagio di kantornya, Kamis (25/3)

Slamet juga mengungkapkan banyaknya kasus DBD ini Kemungkinan terjadi selain faktor cuaca yang tidak menentu juga prilaku buruk masyarakat menjaga kesehatan. ia menambahkan pihaknya sudah maksimal Untuk mencegahnya, salah satunya melalui fogging atau penyemprotan dan pemberian abate yang dibantu kader pemantau jentik.

Dia mengaku, fogging hanya sebatas antisipasi agar menjaga DBD tidak menyebar ke daerah lain. Sedangkan paling terpenting yaitu kesadaran masyarakat harus memiliki prilaku hidup bersih sehat.”Jika Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), masih rendah, dikawatirkan masyarakat akan terkena DBD,” ujarnya.

Dia mencontohkan, perilaku tak mengikuti PHBS, diantaranya membuang kaleng sembarangan,tak menguras bak mandi, hingga timbul jentik-jentik nyamuk.”Meski di fogging, kalau masih rendah PHBS, besar kemungkinan jentik nyamuk susuh untuk dimusnahkan,” jelasnya.

Dia berharap, masyarakat senanantiasa menjaga PHBS. “Tanpa dukungan dari masyarakat pemberantasan DBD tak akan pernah tuntas,” pungkasnya. (vb-006)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.