Taman Budaya Kaltim Buka Diri Bagi Seniman Kaltim

April 10, 2012 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – vivabrneo.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)  Taman Budaya Kaltim bertekad membuka diri lebih luas kepada masyarakat seni di Kaltim dengan menambah beberapa kegiatan diantaranya penjadwalan pagelaran rutin. Read more

Waduk Panji Tenggarong Kembangkan Wisata Budaya

April 3, 2012 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG- vivaborneo.com, Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong bakal  kembali diramaikan dengan atraksi budaya.  Waduk panji, salah satu tempat yang dipilih Dinas Pariwisata untuk pagelaran seni yang akan dilaksanakan mulai bulan April minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulannya pukul 13.00-16.00 WITA. Read more

Sail Derawan Tetap Akan Dilaksanakan

March 26, 2012 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – vivaborneo.com, Kegiatan Sail Derawan 2013 mendatang tetap akan dilaksanakan di Kabupaten Berau, walau  bersamaan dengan kegiatan serupa bernama Sail Komodo di Nusa Tenggara Timur. Read more

Lima Kriteria Menuju Kota Wisata

March 12, 2012 by  
Filed under Wisata

Tenggarong – vivaborneo.com, Bukan lagi menjadi suatu rahasia jika Kutai Kartanegara memiliki daya tarik yang besar bagi para wisatawan. Namun sayangnya daya tarik tersebut masih belum  tergarap dengan baik karena kurangnya pemberdayaan masyarakat. Read more

Pentas Seni DKD Kaltim Sukses di Kuala Lumpur dan Denpasar

February 24, 2012 by  
Filed under Budaya

AKHIR Januari 2012 hingga pertengahan Februari 2012 lalu Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim melakukan muhibah seni di satu kota  tujuan wisata terkenal di Indonesia, Denpasar (Bali) dan satu kota penting di kawasan Asia Tenggara, Kuala Lumpur (Malaysia). Untuk kepentingan promosi pariwisata seni budaya Kaltim, DKD mementaskan drama bertajuk ‘Petaka’ di Kuala Lumpur dan ‘Pararoh’ di Bali. Di dua kota berbeda itu, mereka mendapat sambutan dan atensi luar biasa.

“Secara umum mereka terkesan dengan kreasi seni tari, drama dan budaya lokal  yang kami padukan dengan fakta kekinian yang terjadi di sekitar masyarakat kita. Menurut mereka,  seni budaya yang kami tampilkan itu memberi makna dan pesan yang sangat penting dalam  kehidupan kita,” kata Ketua Harian DKD Kaltim Djohansyah Balham didampingi Sekretaris DKD Kaltim, Hamdani, Kamis (23/2).

Saat muhibah seni di Kuala Lumpur, rombongan DKD Kaltim  didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim Achmad Adha. Mereka tampil di Aula Sekolah Internasional Indonesia pada 25 Januari 2012. Di sini, mereka menampilkan naskah ‘Petaka’ karya Hamdani dengan sutradara Irwan Darmansyah atau  yang lebih popular dengan sebutan  Wawan Timor. Sedangkan ketika menampilkan aksi  di Denpasar-Bali, DKD mementaskan drama musikal ‘Pararoh’ karya Hamdani dengan sutradarai Awang Khalik.

“Kami sangat bangga, karena pentas teater kami di dua kota itu mendapat sambutan yang sangat meriah. Dalam dua malam penampilan di Puri Kesiman Men Mersi Denpasar Rabu malam (15/2) dan Kamis malam (16/2) penonton terlihat sesak,” ungkap Jobal, panggilan akrabnya

Lebih membanggakan, saat mereka tampil di Bali. Selain dihadiri banyak penonton, diantara mereka juga tampak para seniman terkenal Bali, beberapa dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar juga hadir, di antaranya Prof. Dr. Nyoman Sedana dan bangsawan Kerajaan Badung, Raja Anak Agung I Gde Ngurah Kusuma Wardana.
Sekretaris DKD Kaltim Hamdani, yang sekaligus menjadi penulis naskah drama dalam muhibah seni ini menjelaskan naskah ‘Petaka’ dan ‘Pararoh’  lebih banyak mengupas tentang  kerusakan alam dan lingkungan di Kaltim khususnya dan Indonesia umumnya.

“Ada kebanggaan dan rasa haru yang luar biasa dari pentas di dua kota itu, yakni apresiasi yang tinggi penonton. Mereka terharu dan prihatin, bahkan ada di antara penonton yang menangis,” ungkap Hamdani.

Apresiasi tinggi yang diberikan salah satunya dilakukan dengan undangan Institute Seni Indonesia (ISI) Denpasar kepada Johansyah Balham, Hamdani dan Awang Khalik untuk memberikan ceramah di depan mahasiswa S2 dan S3.

“Di hadapan Nyoman Sedana dan para mahasiswa S2 dan S3 ISI Denpasar kami menjelaskan tentang materi naskah dan proses kreatif penggarapan ‘Pararoh’. Pak Profesor bahkan meminta izin saya untuk memasukan beberapa dialog di dalam makalah yang akan disajikannya di Yale University USA. Dalam dalam waktu satu bulan naskah ini akan menjadi materi kuliah di Jurusan Pedalangan ISI Denpasar,” ucap Hamdani, bangga.

Pada kesempatan muhibah seni di Bali,  rombongan DKD Kaltim juga mendapat  undangan mengunjungi Puri/Istana Kesiman Badung yang merupakan kediaman resmi Raja Badung Anak Agung I Gde Ngurah Kusuma Wardana.

“Usai pentas kami diundang ke puri beliau hingga ke tempat pemujaan dan tambak di mana beliau memelihara ikan Arwana. Padahal menurut teman-teman seniman Denpasar, tidak sembarangan orang bisa masuk Istana Raja Badung, termasuk para turis. Tidak ada turis yang diperkenankan masuk ke area pribadi Raja. Ini artinya rombongan DKD Kaltim mendapat tempat yang istimewa di hati beliau,” katanya.

Anak Agung I Gde Ngurah Kusuma Wardana, menyebut drama musikal yang disajikan DKD Kaltim sungguh tepat ditampilkan pada saat Indonesia yang tengah mengalami kerusakan alam dan bencana di Indoensia yang sambung menyambung.

“Saya senang teman-teman dari DKD Kaltim menampilkan kerusakan alam dan bencana alam Indonesia dengan menggunakan media para roh. Para roh alam sekarang memang lagi resah karena alamnya sudah rusak. Nah, saya berharap Bung Hamdani dan kawan-kawan teruslah menggunakan idiom para roh untuk menampilkan karya-karya seninya,” papar Anak Agung I Gde Ngurah Kusuma Wardana.

Kepada para pendukung pentas ‘Pararoh’ dan ‘Petaka’ seperti M. Thoyib, Wawan Timor, Iqbal Faroek, Sukarman, M. Basyith, Eramsyah, Agus F, Iwan Koekubus, Maulida, Iwan Setiawan, Arul Baelang, Tuty Erawati, Riswandi, Anggi Mentari, Deda Da Silva dan lainnya, Hamdani mengharapkan agar tidak berpuas diri lantaran sukses di Kuala Lumpur dan Bali.

“Sukses pentas di Kuala Lumpur dan Denpasar itu tak lepas dari motivasi yang diberikan Gubernur Awang Faroek kepada para seniman. Sebelum berangkat kami pamit dengan beliau. Kami juga berharap pentas itu dapat ditampilkan di Samarinda di hadapan Pak Gubernur, pimpinan SKPD, pengusaha tambang, perkebunan dan HPH, karena naskah yang kami bawakan itu membawa pesan moral bahwa alam dan lingkungan harus dijaga, kalau tidak ingin bencana menimpa,” pungkasnya. (vb/sam)

« Previous PageNext Page »