Qari Kutim Juara MTQ Internasional di Rusia

April 30, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari seorang qari muda asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kutim), menggema hingga ke panggung dunia. Imranul Karim menorehkan capaian gemilang dengan meraih juara pertama dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kazan, Rusia, pada 22–25 April 2026.

Imranul Karim, berhasil meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kazan, Rusia. Foto: Dokumentasi/ Kementerian Agama RI)

Keberhasilan tersebut menempatkan Imranul Karim sebagai yang terbaik di antara para peserta dari sekitar 30 negara yang mengikuti ajang tilawah tingkat dunia tersebut. Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu forum paling prestisius dalam seni membaca Al-Qur’an, dengan proses penilaian yang ketat oleh dewan hakim internasional.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, menyampaikan apresiasi atas capaian qari muda asal Indonesia itu. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi penanda bahwa pembinaan tilawah Al-Qur’an di Indonesia terus menunjukkan mutu yang kian kukuh.

“Prestasi Imranul Karim menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Dan, menunjukkan kualitas qari kita mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Muchlis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, MTQ Internasional di Kazan memiliki standar penilaian yang tinggi. Para peserta dinilai melalui sejumlah aspek mendasar dalam seni tilawah, mulai dari tajwid, fashahah (ketepatan pelafalan huruf dan kata), kualitas suara, hingga penguasaan maqamat. Yakni ragam nada atau tangga lagu dalam seni membaca Al-Qur’an. Setiap peserta harus melewati tahap seleksi yang tidak sederhana sebelum mencapai babak final. Proses tersebut menuntut ketelitian, ketekunan, serta kedalaman penguasaan teknik tilawah.

Pada kompetisi tersebut, Imranul Karim tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga semifinal. Ia dinilai mampu menjaga kualitas bacaan, ketepatan teknik vokal, serta penguasaan lagu-lagu Al-Qur’an dengan stabil. Penampilan itu mengantarkannya menembus enam besar finalis terbaik dunia. Pada babak puncak, ia bersaing dengan lima finalis lain dari berbagai negara. Penampilan Imranul Karim dinilai menonjol oleh dewan hakim. Lantunan ayat yang dibawakan dengan ketenangan, artikulasi yang jernih, serta penguasaan maqamat yang matang membuatnya meraih nilai tertinggi dan dinobatkan sebagai juara pertama MTQ Internasional 2026.

 

Muchlis menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang berlangsung secara berjenjang. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras peserta serta dukungan para pembina.

“Capaian ini tidak lepas dari kerja keras peserta, dukungan para pembina, serta peran LPTQ dalam melakukan pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan,” kata Muchlis menambahkan.

Kabar kemenangan itu juga disambut dengan rasa bangga oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Ia menilai prestasi Imranul Karim bukan hanya membanggakan daerah asalnya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ada di Kutim untuk semakin mencintai Al-Qur’an, mempelajarinya dengan baik, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa putra-putri Kutim memiliki potensi besar untuk berprestasi di panggung internasional apabila memperoleh pembinaan yang serius dan berkesinambungan.

Prestasi Imranul Karim di Kazan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tradisi tilawah Al-Qur’an yang kuat di dunia. Capaian tersebut menjadi suluh penyemangat. Ibarat pelita yang menerangi, bagi lahirnya generasi Qurani di Kutim dan di berbagai penjuru Tanah Air.(fj)

Bangun Budaya Sehat, Pekerja PT KED Dukung Ketersediaan Darah

April 30, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Kutai Timur – Pekerja PT Karyanusa Ekadaya (KED) bersama Palang Merah Indonesia menggelar kegiatan donor darah guna mendukung ketersediaan darah bagi fasilitas kesehatan di sekitar area operasional.

PMI Kutai Timur (Kutim) memproduksi sekitar 500-600 kantong darah per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, PT KED berupaya ikut berkontribusi untuk menjaga ketersediaan darah. Upaya tersebut penting agar rumah sakit di tingkat kabupaten maupun kecamatan tetap dapat mengakses darah sesuai kebutuhan pasien.

Kegiatan donor darah dilaksanakan dengan melibatkan tenaga medis profesional dari PMI. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kelayakan donor sebelum proses donor darah dilakukan sesuai standar medis.

Pada pelaksanaan kegiatan, Manajemen PT KED, M. Satria Abdi Catur P, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, donor darah bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari semangat kebersamaan para pekerja.

“Kegiatan donor darah yang diinisiasi Polibun PT KED merupakan kontribusi nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi perusahaan. Kami percaya bahwa setetes darah yang diberikan bukan sekadar bantuan kesehatan, melainkan bukti solidaritas karyawan terhadap sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim PMI Kutai Timur, Andi Nur Suci, menilai partisipasi dunia usaha memiliki arti penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Ia menegaskan kebutuhan darah di fasilitas kesehatan terus ada, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian karyawan dan perusahaan terhadap keselamatan nyawa sesama, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh kantong darah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut diserahkan kepada PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit dan pasien yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas.

Selain membantu pemenuhan kebutuhan darah, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi pendonor melalui proses skrining kesehatan awal sebelum donor dilakukan.

Di sisi lain, PT KED juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif kesehatan melalui kolaborasi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan setempat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya bagi pekerja tetapi juga masyarakat sekitar, sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia. (*)

PT. BEK Kick Off Program Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat

April 29, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – Salah satu program pemberdayaan masyarakat PT Bharinto Ekatama (BEK), bidang kesehatan, memberikan akses kesehatan gratis untuk masyarakat di tiga kampung binaan atau di ring satu yaitu Kampung Besiq, Bermai dan Muara Bunyut, bersama BPJS kesehatan Kutai Barat (Kubar), di lantai dua aula Bapendalitbang, Selasa (28/4/2026).

Komitmen yang dilakukan PT BEK terhadap kampung binaan di wilayah kerjanya ditunjukkan dengan kerja nyata.

Wakil Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT. BEK, Cipto Hadi Purnomo menyampaikan, ini adalah yang pertama PT BEK melaksanakan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang berada di ring satu PT BEK. Karena PT BEK ini berada di dua provinsi Kaltim dan Kalteng. Untuk di Kalimantan Timur, sasaran pertama adalah di ring satu ada tiga Kampung Besiq, Bermai dan Muara Bunyut yang prioritas.

“Untuk tahap pertama ini totalnya hanya seratus orang untuk tiga kampung, Besiq 34 orang, Bermai 22 orang dan Muara Bunyut 44 orang, jumlahnya bervariasi setiap kampung sesuai proporsi masing masing kampung,” ujarnya.

Dijelaskan, program kesehatan adalah satu dari delapan program yang ada di PT BEK, dan masih banyak lagi yang sudah terlaksana program program yang lain, pendidikan, UMKM, pertanian, insfrastruktur dan lainnya, karena perubahan ini go publik merupakan hal penting bagi perusahaan.

Ia berterimakasih kepada Pemda, karena perusahaan diberi kesempatan berkontribusi wilayah Kutai Barat, yang kedua perusahaan akan melaksanakan delapan pilar Community Development secara berkesinambungan, biar belum sempurna perusahaan akan terus memperbaiki diri untuk selalu berkontribusi.

Kepala BPJS kesehatan Kubar, Wahyu Supriono mengatakan, perusahaan PT BEK adalah perusahaan pertama kali CSR nya yang melaksanakan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif, khususnya untuk warga binaan mereka terutama untuk ring satunya yang prioritas. Tidak menutup kemungkinan aka ada lagi perusahaan perusahaan yang kondisi finansial dan manajemen yang baik akan di advokasi. Karena dinamika dari dunia pertambangan dan perkebunan ini berpengaruh kepada kondisi global iklim maupun perubahan di harga pasar global.

“Sehingga kita memang harus menyampaikan advokasi sesuai dengan kemampuan perusahaan. Tetapi akan didukung oleh Pemda atau mandatori dari perusahaan,” jelasnya.

Ia berharap, semua perusahaan bisa melaksanakan, bahkan kalau ada perusahaan perorangan dan memang mampu menjamin warga binaan di ring satunya atau wilayah kerjanya bisa saja menjadikan (PBPU) kolektif.

Sementara itu Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada perusahaan PT BEK yang sudah membantu meringankan beban pemerintah, ini sebagai contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kutai Barat, baik itu pertambangan maupun perkebunan.

“Kedepannya kita akan melakukan koordinasi dan diskusi dengan perusahaan lain untuk kita dorong agar supaya bisa melaksanakan seperti kegiatan PT BEK ini, dan Ini adalah tugas mulia,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan seperti ini nyata dirasakan oleh masyarakat sekitar, dan sangat membantu bagi warga yang kurang mampu, sekali lagi terimakasih kepada PT BEK dan juga BPJS yang sudah melakukan kerjasama dengan baik. Pada intinya warga Kutai Barat semua sehat. (arf).

IKWI Kaltim Berbagi Takjil dan Kebahagiaan

March 18, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kalimantan Timur untuk menebar kebaikan. Organisasi istri para wartawan ini menggelar aksi sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan Penuh Berkah” dengan membagikan 500 kotak takjil serta donasi ke panti asuhan, Senin (16/3/2026),

Persiapan dimulai sejak pukul 15.00 WITA di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda. Sebanyak 16 pengurus dan anggota aktif bahu-membahu mengemas paket berbuka. Tidak saja anggota IKWI, tetapi juga anggota PWI yang saat itu sedang di Kantor PWI terjun ikut membantu menyiapkan.

Uniknya, kegiatan ini dilakukan secara swadaya. Mengingat kas organisasi yang terbatas, para anggota berinisiatif membawa kue donasi dan air mineral dari rumah masing-masing untuk kemudian dikemas menjadi satu kesatuan yang layak.

Ketua IKWI Kaltim, Asriani didampingi pengurus lainnya, menjelaskan bahwa kekompakan anggota menjadi kunci utama suksesnya acara ini.

“Kue yang dibawa anggota kami kemas dalam kotak yang telah disiapkan. Mudah-mudahan ini bisa membantu warga yang berpuasa. Semoga menjadi pahala bagi yang memberikan maupun yang menikmati,” harap Asriani.

Berbeda dengan pembagian takjil pada umumnya yang berpusat di titik keramaian seperti Taman Samarenda dan Tugu Bentoel, IKWI Kaltim memilih strategi “jemput bola” ke wilayah yang jarang tersentuh bantuan serupa.

Sekretaris IKWI Kaltim, Hj. Nani Heriyani menyebutkan keputusan ini diambil agar distribusi lebih tepat sasaran.

“Kalau di tempat favorit, biasanya langsung habis dalam sekejap karena terlalu ramai. Maka kami langsung menyasar titik-titik yang jarang dilakukan pembagian takjil,” jelasnya.

Rute pembagian dimulai pukul 16.00 WITA di Jalan Biola (Depan Gedung PWI/PGRI): Sebanyak 50 kotak dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas. Selanjutnya di Panti Asuhan Nur Fisabilillah Hasanah (NFH) yang Berlokasi di Jalan Kahoi 10, Kelurahan Karang Anyar. Di sini, rombongan menyerahkan paket takjil sekaligus donasi uang tunai untuk anak-anak penghuni panti yang mayoritas berusia di bawah 10 tahun.

Aksi selanjutnya dilakukan di Simpang Tiga Rapak Indah – Tengku Umar, menjadi titik terakhir pembagian sisa paket takjil kepada warga dan pengendara yang melintas

 

Aksi sosial ini juga mendapat pengawalan langsung dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kaltim. Sekretaris PWI Kaltim, Ahmad Shahab, turun langsung membantu pendistribusian menggunakan kendaraan roda empat dan bantuan transportasi pengangkutan takjil menggunakan Ambulans PWI Kaltim Peduli.

“PWI Kaltim sangat mendukung kegiatan ibu-ibu IKWI. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar wartawan. Semangat kepedulian ini patut kita apresiasi,” ujar Shahab.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.30 WITA. Melalui aksi ini, IKWI Kaltim berharap dapat mempererat tali silaturahmi antar anggota sekaligus meringankan beban sesama di bulan yang penuh kemuliaan ini. (mn)

Spiritualitas Nyepi Saka 1948 di Samarinda Pertegas Pesan Satu Bumi, Satu Keluarga

March 17, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Di tengah dinamika Kota Samarinda sebagai simpul penting Kalimantan Timur, umat Hindu di Kota Tepian bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Tahun ini, perayaan mengusung tema universal “Vasudhaiva Kutumbakam”, sebuah pesan kuno dari kitab suci yang menegaskan bahwa seluruh penghuni bumi adalah satu keluarga besar.

Di tengah hiruk pikuk pembangunan dan transisi wilayah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tema ini dipilih untuk mengingatkan kembali pentingnya kohesi sosial dan persaudaraan lintas identitas.

Hening untuk Kemanusiaan Global, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Samarinda (PHDI Kota Samarinda), I Putu Suberata menjelaskan, pelaksanaan Catur Brata Penyepian bukan sekadar ritual isolasi diri, melainkan bentuk solidaritas umat terhadap bumi.

“Saat kami berhenti sejenak dari aktivitas (amati karya) dan perjalanan (amati lelungan), kami sedang memberi ruang bagi bumi untuk pulih. Ini adalah kontribusi kecil kami bagi keberlanjutan ‘Satu Bumi’ yang kita tinggali bersama,” ujarnya.

Filosofi Vasudhaiva Kutumbakam (Dunia adalah satu keluarga) diterjemahkan dalam rangkaian ritual di Pura Jagat Hita Karana Samarinda sebagai ajakan untuk menghapus sekat-sekat perbedaan dan mengutamakan harmoni.

Ketua Panitia Nyepi Tahun Saka 1948 I Gusti Bagus Armayasa menambahkan, seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan hari raya Nyepi telah berlangsung sejak beberapa hari, dimulai dari tahap matur piuning, kemudian dilanjutkan gotong royong pembuatan sarana banten upacara. Sebelum melakukan upacara melasti, kami lebih dulu melakukan ritual

“Nunas Bhatara Tirta di Segara /laut”, hingga sampai hari ini upacara Melasti dan selanjutnya Tawur Kesanga dan Pengrupukan, sampai kemudian pelaksanaan hari raya Nyepi itu sendiri” pungkas I Gusti Bagus Armayasa.

Panitia mengapresiasi dukungan masyarakat Samarinda yang selama ini menjunjung tinggi toleransi. Melalui kesunyian Nyepi, umat Hindu mengajak seluruh warga untuk merefleksikan kembali peran masing-masing dalam menjaga kedamaian dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.

“Nyepi Saka 1948 adalah momentum untuk menyadari bahwa apa yang terjadi pada satu bagian bumi, akan berdampak pada kita semua. Kita adalah satu keluarga besar yang memikul tanggung jawab bersama atas masa depan bumi ini,” pungkas perwakilan panitia.

Pada sisi lain, I Made Subamia menambahkan, di tengah kemajemukan Samarinda, ritual Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, menjadi simbolisasi pembersihan energi negatif (bhuta kala) agar berubah menjadi energi positif bagi lingkungan sekitar.

“Nyepi bukan hanya tentang berdiam diri di dalam rumah. Ini adalah bentuk kontribusi spiritual umat untuk mendoakan kedamaian Kalimantan Timur, terutama saat kita bertransformasi menjadi pusat gravitasi baru Indonesia,” ujar perwakilan tokoh umat Hindu Samarinda.  (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb