Kaltim Ikut Kontes Ternak Nasional

August 27, 2010 by admin  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA–vivaborneo.com, Tahun ini peternakan Kaltim cukup memberikan suatu prestasi yang membanggakan , dimana dalam Kontes Ternak Nasional telah meloloskan dua dari tiga kategori peternakan yang diikuti petani ternak Kaltim. Read more

Potensi Itik Alabio Belum Tergarap Maksimal

May 26, 2010 by admin  
Filed under Agrobisnis

Usaha tani itik alabio telah dilakukan sejak lama di Kalimantan Selatan dan merupakan usaha pokok masyarakat terutama di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Beternak itik ini dapat memberikan kontribusi yang memadai terhadap pendapatan keluarga. Read more

Pohon Nipah yang Terpinggirkan

May 7, 2010 by admin  
Filed under Agrobisnis

Nipah adalah sejenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut. Keberadaannya kini mulai terpinggirkan dan terancam akibat maraknya pembukaan tambak udang pada tahun 1990 an lalu. Padahal fungsi pohon nipah sebagai penahan gelombang air laut sangat penting, disamping keberadaan saudaranya, Pohon Bakau.

Batang pohon nipah menjalar di tanah, membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur. Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Karena perakaran nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang sifatnya labil maka rumpun-rumpun nipah dapat dihanyutkan oleh air sampai ke laut.

Panjang anak daun dapat mencapai 100 cm dan lebar daun 4-7 cm. Daun nipah yang sudah tua berwarna hijau, sedangkan daunnya yang masih muda berwarna kuning, menyerupai janur kelapa. Banyaknya anak daun dalam tiap ental mencapai 25-100 helai.

Karangan bunga majemuk muncul di ketiak daun, berumah satu, dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola dan bunga jantan tersusun dalam malai serupa untai, merah, jingga atau kuning pada cabang di bawahnya. Setiap untai mempunyai 4-5 bulir bunga jantan yang panjangnya mencapai 5 cm.

Empat hingga lima bulan sejak keluarnya bunga nipah, tandan bunga tersebut dapat disadap untuk diambil niranya, yakni cairan manis yang diperoleh dari tandan bunga yang belum mekar. Nira yang dikeringkan dengan dimasak dipasarkan sebagai gula nipah (palm sugar).

Umbut nipah dan buah yang muda dapat dimakan. Biji buah nipah yang muda, yang disebut tembatuk, mirip dengan kolang-kaling (buah atep), dan juga diberi nama attap chee (”chee” berarti “biji” menurut dialek China tertentu). Sedangkan buah yang sudah tua bisa ditumbuk untuk dijadikan tepung.

Struktur buah mirip buah kelapa, dengan endokarp keras yang disebut tempurung. Biji terlindung oleh tempurung dan berbentuk kerucut. Dalam satu tandan, buahnya dapat mencapai antara 30-50 butir, berdempetan satu dengan yang lainnya membentuk kumpulan buah bundar. Buah Nipah ini bagi sebagian masyarakat pesisir laut di Delta Mahakam kerap dijadikan santapan ketika berbuka puasa.

Palma ini umum ditemukan di sepanjang garis pesisir Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya di antara Bangladesh hingga pulau-pulau di Pasifik. Nipah termasuk jenis tumbuhan yang terancam punah di Singapura.

Daun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk membuat atap rumah yang daya tahannya mencapai 3-5 tahun. Daun nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat dianyam untuk membuat dinding rumah yang disebut kajang. Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas, topi dan aneka keranjang anyaman. Di Sumatra dan Kalimantan pada masa silam daun nipah yang muda yang dinamai pucuk ini dijadikan daun rokok. Bahkan, beberapa naskah lama Nusantara juga menggunakan daun nipah sebagai alas tulis, bukannya daun lontar.

Tangkai daun dan pelepah nipah dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar yang baik. Pelepah daun nipah juga mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp (bubur kertas). Lidinya dapat digunakan untuk sapu, bahan anyam-anyaman dan tali.
Di Filipina dan juga di Papua, nira ini diperam untuk menghasilkan semacam tuak yang dinamakan tuba (dalam bahasa Filipina).

Fermentasi lebih lanjut dari tuba akan menghasilkan cuka. Di Malaysia, nira nipah dibuat sebagai bahan baku etanol yang dapat dijadikan bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak bumi. Etanol yang dapat dihasilkan adalah sekitar 15,000 sehingga 20,000liter/ha/hari, jauh lebih unggul dibandingkan kelapa sawit (5,000 liter/ha/tahun).

Di Kalimantan arang dari akar nipah digunakan untuk obat sakit gigi dan sakit kepala. Hasil bakaran atau abu dari pelepah niah pada jaman dahulu juga dijadikan sebagai pengganti garam.(vb-01/berbagai sumber/foto;alamendah)

Tepung Ubi Kayu Mampu Gantikan Terigu

March 19, 2010 by admin  
Filed under Agrobisnis

NUNUKAN –vivaborneo.com - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meresmikan penggunaan pabrik pengolahan ubi kayu (manihot esculenta Crantz) menjadi tepung ubi kayu modifikasi (mocaf) sebagai pengganti tepung terigu untuk membuat bahan penganan, di Kelurahan Masapa Kabupaten Nunukan Sabtu (06/03). Read more

Rusa Sambar, Dari Alam ke Penangkaran

February 21, 2010 by admin  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA – vivaborneo.com - Rusa Sambar  (Cervus unicolor brookei) yang banyak terdapat di hutan Kalimantan Timur seringkali terlupakan potensinya dikarenakan rusa masih dianggap sebagai hama tanaman oleh petani. Bahkan sekitar 5.000 ekor rusa diprediksi diburu setiap tahunnya hanya untuk memenuhi konsumsi protein daging masyarakat.Potensi peternakan rusa mempunyai masa depan yang baik karena daging rusa mmpunyai potensi besar untuk dipasarkan baik di dalam maupun luar negeri dengan spesifikasi kadar lemak rendah dan rasa yang khas. Sebagian dari organ rusa seperti tanduk, testis, dan ekor  digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional cina dan mempunyai potensi dipasarkan secara lokal dan ekspor.

Walau termasuk hewan yang dilindungi, namun rusa hasil penangkaran  dan turunannya (F2 dan F3) dapat dipelihara oleh investor yang berminat mengembangkannya. “Pengembangan ternak rusa secara komersial dapat dilakukan dengan ijin khusus. Bibit rusa hasil penangkaran atau istilahnya F2 dan F3 boleh diperdagangkan untuk dipelihara. Bahkan saat ini telah ada 30 ekor rusa yang dipelihara oleh peternak di sekitar penangkaran,” jelasnya.

Usaha-usaha perlindungan dan pemuliaan rusa telah dibentuk Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan membangun Penangkaran Rusa yang berlokasi di desa Api-api Kecamatan Waru Kabupaten Paser sejak lebih dari 10 tahun lalu. “Saat ini populasi ternak di penangkaran Desa Api-api berjumlah 220 ekor  dengan  produk utama tanduk rusa muda (velvet) yang diolah menjadi kapsul  kesehatan,” ujarnya.

Pertumbuhan tanduk hanya pada rusa jantan yang tumbuh pada umur 14 bulan. Tanduk pertama hanya berbentuk lurus dan akan  bercabang pada pertumbuhan tanduk berikutnya. Tanduk akan lepas pada umur 10-12 bulan setelah itu akan tumbuh kembali.

Rusa Sambar termasuk golongan hewan pemakan tumbuhan  (rumanansia) yang mempunyai  tingkah laku berbeda dengan hewan lainnya, yaitu mempunyai ketajaman pendengaran, penciuman, kecepatan melompat,  dan berlari dengan cepat dan tidak memiliki kantung empedu.

Pada umur dewasa berbadan besar, hidung gelap dan suara melengking. Umumnya berwarna hitam kecoklatan dan cenderung coklat keabu-abuan atau kemerahan. Bobot Rusa Sambar betina dewasa berumur 10-12 bulan dapat berbobot 40-50 kg dan rusa jantan 50-60 kg. Perkawinan alami secara umum berkisar antara bulan Juli sampai September masa bunting 235 hari atau 7-8 bulan.

“Saat ini harga yang dipatok untuk satu ekor bibit rusa umur 1,5 tahun dijual dengan harga 6-7 juta. Selain itu, di penangkaran ini juga telah dikembangkan sperma beku untuk kambing, sapid an rusa. Sehingga produktivitas ternak dapat ditingkatkan tidak hanya menunggu perkawinan alami,” ujarnya.(vb-01)

Next Page »

online counter