Senyum-Senyum Dengan 250 Status Humor Fesbuk

August 3, 2010 by admin  
Filed under Gaya Hidup

“Di toko material, Oscar beli bahan bangunan. “Beli pakunya 5 ribu aja,” ujar Oscar. “Dibungkus kah, Mas?” tanya penjual. “Nggak, makan di sini aja. Jangan lupa es tehnya,” ucap Oscar jengkel”.

KUTIPAN cerita itu menjadi bagian dari isi buku 250 Status Humor Fesbuk yang ditulis Endro S Effendi. Karya pria kelahiran 18 April 1979 ini hadir bukan dalam suasana gembira penuh tawa seperti isi bukunya. Tapi dalam sebuah kesepian karena jauh dari keluarga dan rekan kerja.

Saat itu, dia menjalani program magang yang dilakukan Kaltim Post Grup di Jakarta, selama 3 bulan. Ini adalah program perusahaan media terbesar di Kaltim itu untuk memberikan pengalaman empirik kepada jurnalisnya tentang medan tugas di Jakarta. Di ibu kota, peserta magang terlibat langsung dalam aktivitas keredaksian di Indo Pos dan Jawa Pos News Network (JPNN).

Tapi, pria yang kini menjabat sebagai kepala Sekretariat Redaksi Kaltim Post itu justru merasa kesepian di Jakarta yang ramai. Maklum, harus melakukan penyesuaian di tempat kerja baru, suasana baru, dan orang-orang baru.  Kalau sudah begitu, dunia maya adalah pelarian tepat, seperti yang lainnya. Browsing, chatting, hingga berburu cerita lucu.

Satu per satu, perbendaharaan cerita-cerita lucu dia kumpulkan. Ada yang dari internet, pengalaman pribadi saat liputan di Jakarta, hingga pengalaman teman. Cerita-cerita itu tak lantas dibuat menjadi kumpulan humor. Tapi, dilempar dulu dalam status akun facebook-nya.

Walhasil, cerita-cerita yang dimuat dalam jejaring pertemanan itu banyak mendapat respons. Ada yang sekadar menulis “hahahaha” tanda sebuah tawa, atau memberi komentar tak kalah lucunya.

“Dari situ, akhirnya ada teman, Abdul Muthalib dari Balikpapan, dan Bu Rusnani dari Samarinda, menyarankan kenapa nggak dibuat buku humor saja,” katanya kemarin.

Pria yang saat ini tercatat sebagai redaktur utama di Kaltim Post itu pun meresponsnya.

Tapi itu, diakuinya, tak mudah. Bukan hanya perkara memindah cerita humor dalam status facebook ke buku, tapi bagaimana membuat cerita humor yang singkat, tapi tetap lucu. Mengingat pada dinding facebook hanya dibatasi 420 karakter.

“Yang paling sulit memang membuat cerita humor itu lebih singkat. Tapi tetap lucu,” ujarnya.

Tak heran, membuka lembar pertama dari buku humor setebal 66 halaman ini, pembaca bisa langsung tersenyum kecil. Buka halaman selanjutnya, senyum makin melebar, buka halaman lagi tertawa, hingga terbahak di halaman akhir.

Selain cerita di atas, cerita lain  juga tak kalah renyahnya. Seperti humor yang menceritakan tentang pengalaman Yanto—tentu bukan nama sebenarnya, menjadi petugas upacara. Yanto pun harus menghafal Pancasila, karena dia kebagian tugas itu. Pas upacara, dia pun membacanya.

“Pancasila, satu, Ketuhanan yang Maha Esa.” Pas sila kedua, tiba-tiba dia lupa. “Dua…..eh…masih sama. Tiga, tidak berubah. Empat dan lima juga masih tetap,” teriak Yanto. Ada lagi cerita seorang pria yang takut istri. Saat itu, pukul 3 dini hari, pria pemabuk jalan buru-buru. Polisi yang lihat curiga.

“Anda mau ke mana?” tanya polisi.
“Mau dengar ceramah,” kata pria itu.
“Mana ada ceramah jam segini,” ujar polisi.
“Ada, istriku,” jawabnya.

Saat naskah buku sudah siap, Endro mengaku sempat bingung kemana harus mengirimkan naskah itu. Beberapa penerbit buku dihubungi, respons yang didapat kurang maksimal. Akhirnya, ia memutuskan menerbitkan sendiri buku itu secara indie.

“Sekaligus sebagai uji coba, masak tidak bisa,” ujarnya yakin.

Melalui bendera Family Press yang sengaja ia dirikan, buku itu coba diterbitkan dengan terlebih dahulu meminta nomor Indeks Standar Buku Nasional (ISBN) dari Perpustakaan Nasional RI.

Agar tiap lembar halaman bisa lebih segar, Endro pun mendapat dukungan dari Amrullah Achmad, ilustrator Kaltim Post yang biasanya membuat karakter Si Buncu. Melalui tangan Amrullah, buku itu menjadi makin jenaka karena ada dukungan gambar, termasuk desain sampul yang enak dipandang.
“Niatnya cuma ingin berkarya. Mudah-mudahan buku ini bisa diterima masyarakat,” ujarnya. (Faroq Zamzani/KP)

“Keong Racun” telah meracuni Dunia.

July 29, 2010 by admin  
Filed under Gaya Hidup

“Dasar kau keong racun, Baru kenal eh ngajak tidur. Ngomong nggak sopan santun, Kau anggap aku ayam kampong”..…itulah penggalan syair lagu berjudul “keong racun” karya Buy Akur (49) yang dinyanyikan oleh Lissa. Lagu ini tidak ada yang istimewa, liriknya bercerita tentang kegigihan wanita “mempertahankan” harga dirinya melawan godaan laki-laki hidung belang. Read more

Swiss-Belhotel Borneo Samarinda Peroleh Predikat Hotel Bintang Empat

July 29, 2010 by admin  
Filed under Gaya Hidup

Swiss-Belhotel International Indonesia mengumumkan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda yang terletak di wilayah Kalimantan Timur memperoleh peningkatan kategori menjadi hotel bintang empat. Predikat yang diberikan oleh Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia pada tanggal 19 Juli 2010 ini merujuk kepada fasilitas dan jumlah kamar serta kualitas pelayanan yang dimiliki oleh Swiss-Belhotel Borneo Samarinda sebagai salah satu hotel berbintang dengan standar internasional di kota Samarinda. Read more

Donat, Makanan Ringan Paling Trendy

June 7, 2010 by admin  
Filed under Gaya Hidup, Kuliner

Masih ingat beberapa bulan yang lalu saat timbul demam donat? Bisa jadi antrian super panjang di depan counter donat mengalahkan antrian super panjang yang terjadi didepan kasir sebuah departement store pada musim sale. Dan konon makanan jenis ini digemari diseluruh penjuru dunia. Read more

Bedak Dingin yang Mulai Ditinggalkan Wanita

May 25, 2010 by admin  
Filed under Gaya Hidup

vivaborneo.com – Bedak dingin atau yang dalam bahasa Banjar Kalimantan Selatan disebut pupur dingin, ternyata telah digunakan oleh para wanita Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Orang Malaysia menyebutnya bedak basah atau sama juga pupur dingin. Kandungan vitamin B dan tiamin yang terdapat dalam beras, sebagai bahan baku utama pembuat bedak ini, mampu mempertahankan kelembaban dan kesegaran kulit disaat matahari siang sangat terik menyengat. Read more

Next Page »

online counter