Budidaya Singkong Gajah Menjanjikan

March 2, 2013 by  
Filed under Agrobisnis

TENGGARONG – vivaborneo.com, Kebutuhan bahan baku ubikayu atau singkong untuk mendukung industri pengolahan pangan ke depan semakin cerah. Budidaya agri industri itupun  kini semakin berkembang terutama jenis Singkong Gajah di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara.

Luasan lahan budidaya tanaman Singkong Gajah (Latin ; Manihot esculenta-red) di Desa Loleng Kota Bangun Kukar kini ditangani Koprerasi Serba Usaha (KSU) Nur Hikmah. Melalui KSU ini telah berhimpun anggota sedikitnya 115 peladang Singkong Gajah di atas lahan ratusan hektar.

Menurut Ketua KSU Nur Hikmah Fatlam saat ditemui di Kantornya Desa Loleng Kota Bangun Jumat (22/2) lalu mengatakan masa tanam Singkong Gajah hingga panen berlangsung selama 6 bulan. Dan Setiap pohon singkong gajah mampu menghasilkan umbi singkong hingga 10 kilogram.

“Kalau  singkong lokal dengan masa tanam yang sama maksimal menghasilkan 3 kilogram perbatang,” ujarnya.

Ditambahkannya untuk memaksimalkan usaha budidaya singkong gajah ini maka pihaknya menerapkan sistem kluster. Setiap kluster luasan lahannya 350 hingga 600 hektar. Sedang setiap kluster memiliki anggota 150 hingga 500 peladang/petani.

Fatlam yang juga pengurus Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kabupaten Kukar mengatakan syarat menjadi anggota kluster adalah memiliki lahan sendiri dengan status tanah hak milik. Kemudian bersedia dibina dan mematuhi peraturan sesuai standar program kualitas sistem klustering argo industri minimal selama 5 tahun.

“Dan yang lebih penting adalah memiliki kemauan dan keyakinan terhadap program Singkong Sejahtera Kukar,” katanya.

Menurutnya manfaat dengan di bawah payung manajemen sistem kluster sangat besar diantaranya nilai tukar petani relatif tinggi dan stabil. Kemudian suplai produk ke pembeli akhir atau fabrik pengolah kontinyuitas dan kualitasnya terjamin. Dan manajemen usaha agroindustri ini dilakukan secara simultan yang melibatkan Pemkab Kukar dalam hal ini Dinas Pertanian bersama Dinas  Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Serta di dukung Perbankan dan Investor.

Keterlibatan Pemkab Kukar melalui kedua SKPD terkait itu sangat membantu petani  diantaranya memberikan keringanan suku bunga pinjaman biaya budi daya tanaman singkong serta dalam pengurusan legalitas lahan. Sedang pihak perbankan terutama  Bank Kaltim akan mempermudah proses pencairan kredit. Sedang bagi investor sudah melakukan kesepakatan  dengan perusahaan nasional  berskala internasional yaitu PT Indofood Sukses Makmur.

“Yang jelas usaha budidaya Singkong Gajah ke depannya sangat menjanjikan,” demikian ujarnya.

Untuk diketahui bahwa Singkong Gajah merupakan varietas asli Kalimantan Timur bahkan  bibitnya berupa  batang  asal Kukar paling diminati petani singkong di berbagai Provinsi  di Indonesia. Sedang bahan baku singkong bisa dibuat beragam produk turunan dengan nilai tambah yang tidak sedikit yaitu selain menjadi bahan makanan juga sebagai bahan pendukung industri non makanan. Hasil dari produk turunan singkong ini antara lain Tepung Gaplek (Dried Cassava Flour), Chip Singkong, Tapioka dan Pupuk Organik (Cassava Base Organic Fertilizer). (vb/joe)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.