BPS Kaltim : Inflasi Oktober 0,04 Persen

November 3, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

SAMARINDA –  Sepanjang Oktober 2009 terjadi inflasi di Kaltim sebesar 0,04 persen, sehingga secara keseluruhan sejak Januari – Oktober inflasi di Kaltim mencapai angka 3,69 persen. Inflasi ini terjadi menyusul  kenaikan Indeks HargaKonsumen (IHK) dari 120,88 di September 2009 menjadi 120,93 di pada Oktober 2009.
Beberapa kota di Kaltim secara keseluruhan mengalami inflasi, kecuali Tarakan. Di Tarakan terjadi deflasi sebesar 0,74 persen.  Sedangkan Balikpapan dan Samarinda masing-masing mengalami inflasi sebesar  0,12 persen  dan 0,20 persen.Kelompok pengeluaran dalam IHK hanya kelompok bahan makanan yang persentasenya dibawah nol, yakni -0,80 persen. Sementara untuk kelompok pengeluaran seperti makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga, transport dan komunikasi, terjadi inflasi.

“Hasil pantauan BPS, secara umum semua kabupaten/kota mengalami inflasi, kecuali Tarakan. Deflasi di Tarakan, bukan karena faktor tertentu yang bergerak signifikan, tetapi lebih karena inflasi bulan-bulan sebelumnya yang cukup tinggi. Selebihnya kondisi cenderung stabil, hingga terjadi deflasi di Tarakan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim,  Drs Johny Anwar saat jumpa pers di kantor BPS Kaltim, Jl. Urip Sumoharjo, Senin (2/11).

BPS juga mengumumkan angka ramalan III produksi padi dan palawija 2009 dibandingkan angka tetap 2008. Dalam angka ramalan III BPS, diperkirakan produksi  padi akan mengalami penurunan sekitar 2.704 ton. Angka produksi tahun ini diperkirakan sebesar 583.326 ton, sementara angka produksi tetap tahun lalu adalah sebesar 586.030 ton.
“Tetapi masih ada waktu hingga akhir Desember, mudah-mudahan apa produksi padi masih bisa ditingkatkan hingga akhir Desember nanti,” kata Jony Anwar. (vb-03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.