BPKP2DT Identifikasi Lembaga Ekonomi Wilayah Perbatasan

June 4, 2012 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Sedikitnya ada enam permasalahan yang dihadapi di wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia Timur, yaitu kesenjangan ekonomi, terbatasnya sarana transportasi, perdagangan tradisional ke negara tetangga (illegal trading), lemahnya pengawasan keamanan di darat dan di laut serta banyaknya pintu masuk dan keluar yang mengakibatkan perdagangan orang (trafficking).

Dalam waktu dekat ini, Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim berencana melakukan kunjunan ke beberapa wilayah perbatasan di Malinau dan Kutai Barat untuk mengidentifikasi kelembagaan ekonomi yang ada di wilayah kecamatan.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha, Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim,   Diddy Rusdiansyah usai Rapat Kerja membahas peningkatan ekonomi pedesaan di kawasan perbatasan, Kamis pekan lalu.

Dijelaskannya, Kaltim memiliki tiga wilayah perbatasan yaitu Kabupaten Nunukan dengan 12 kecamatan,  Malinau dengan 5 kecamatan dan Kutai Barat dengan 2 kecamatan yang berada di perbatasan. Luas  wilayah perbatasan 47.930,85 kilometer persegi. Selain itu Kaltim, tepatnya di Kabupaten Berau  juga berbatasan laut dengan Malaysia dan Filipina.

“Pembangunan ekonomi wilayah perbatasan merupakan wujud dari keinginan menciptakan kesejahteraan masyarakat (prosperity),” tegasnya.
Salah satu cara yang ditempuh adalah mendorong sektor pertanian serta  mengidentifikasi komoditi unggulan yang dimiliki oleh tiap-tiap kabupaten dengan kriteria produk unggulan sektor perkebunan  seperti kakao, lada, kelapa sawit, kopi, kelapa dalam.
Sedangkan sektor kehutanan produk yang dihasilkan berupa kayu dan hasil ikutan lainnya seperti madu, damar, rotan, gaharu dan sarang burung walet yang bernilai ekonomi dan berkhasiat tinggi bagi kesehatan.

Di sektor perikanan dan peternakan produk unggulan yang akan terus didorong berupa peningkatan usaha rumput laut, perikanan darat dan perikanan tangkap di laut. Sementara sektor peternakan  peningkatan produksi kerbau, sapi, babi, kambing dan ayam ras.
Perkembangan ekonomi pedesaan, ujarnya  akan diikuti oleh berkembangnya lembaga ekonomi dan keuangan, yang memfasilitasi kepentingan para pelaku usaha seperti perbankan dan koperasi.

Sehingga diharapkan dari kunjungan lapangan ini nantinya akan dapat diketahui permasalahan-permasalahan mendasar mengenai kebutuhan lembaga ekonomi pedesaan.

“Saat ini lembaga keuangan perbankkan dan koperasi kebanyakan masih berada di ibukota kecamatan, yang terkoneksikan dengan wilayah lain di sekitarnya. Kita ingin percepatan lembaga ekonomi ini ada di tiap kecamatan di wilayah perbatasan,” harapnya. (vb/yoel)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.