BPBD Gelar Simulasi Penanganan Bencana Tanah Longsor

November 28, 2012 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – vivaborneo.com, Warga Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong, Selasa (27/11) kemarin, berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri setelah tempat tinggal mereka diterjang tanah longsor, akibat musibah yang datang tiba-tiba tersebut sebagian warga tidak sempat menyelamatkan harta benda, dan bahkan ada beberapa warga yang tertimpa tanah longsor. Namun kejadian tersebut bukanlah kejadian sebenarnya, melainkan bagian dari kegiatan Gladi Lapangan atau Simulasi penanganan bencana tanah longsor yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala BPBD H Darmansyah mengatakan sebagian wilayah Kukar  rawan akan bencana longsor, hal tersebut dikarenakan topografi wilayah Kukar sebagian besar bergelombang dan berbukit dengan lereng/kemiringan landai sampai curam. Selain adanya system pengelolaan sumber daya alam yang tidak seimbang serta kurang memperhitungkan factor lingkungan hidup/kelestarian alam, akibatnya timbulnya bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Darmansyah mengatakan dari kurun waktu tahun 2010 s/d 2012 terjadi musibah tanah longsor dan banjir bandang di Kukar, diantaranya yaitu pada 2 april 2010 lalu terjadi musibah banjir di Dusun Bekotok, dan beberapa wilayah Tenggarong yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, kemudian 25 Agustus 2011 terjadi musibah tanah longsor di Desa Sebulu Ilir Kecamatan  Sebulu yang mengakibatkan 21 rumah penduduk tenggelam dan 31 rumah ikut longsor, dan yang terakhir terjadinya banjir bandang di Kecamatan Sebulu pada Tanggal 6 Juli 2012 lalu.

Dia menyadari penanganan bencana didaerah masih bersifat responsive atau bertindak ketika bencana telah terjadi, namun kedepannya melalui BPBD akan terus berupaya meningkatkan kualitas dalam penanganan bencana didaerah, yaitu dengan melakukan antisipasi pengurangan resiko sebelum bencana terjadi.

“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah antisipasi jika terjadi bencana, kegiatan ini sangat penting karena petugas yang berada dalam tingkatan akan berada dilapangan dan langsung berhadapan dengan korban,” ujar Darmansyah.

Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf yang turut menghadiri  Gladi Lapangan atau Simulasi penanganan bencana tanah longsor mengatakan sesuai amanat UU No 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, walaupun sebagai penanggungjawab adalah pemerintah, namun peran masyarakat sebagai garda terdepan tidak kalah penting, sehingga kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana perlu ditingkatkan.

“Salah satu sumberdaya yang sangat penting dalam penanganan bencana di Kukar adalah partisipasi masyarakat, agar partisipasi masyarakat dapat tercurah secara terarah, terkoordinasi, terkosolidasi dengan efektif, maka partisipasi masyarakat perlu dikelola secara tepat,” kata Ghufron.

Dia juga meminta kepada BPBD Kukar untuk dapat mengusulkan kepada Pemerintah Kukar, untuk pengadaan genset guna diberikan kesetiap desa dan kelurahan diwilayah Kukar. Menurut Wabup keberadaan genset disetiap desa tersebut sangat penting, karena dapat digunakan multifungsi yaitu dapat sebagai alat untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.

“Mengingat luasnya wilayah Kukar, adanya genset dapat membantu masyarakat jika terjadi musibah kebakaran, sehingga dapat mengurangi kerugian yang diakibatkannya, jika pemadam kebakaran terlambat datang,” ungkapnya lagi. (vb/rudi)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.