BNP Kaltim Selenggarakan Rakor Narkoba

July 29, 2010 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA-vivaborneo.com,  Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kaltim selenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Narkoba guna  diperolehnya masukan, kesamaan persepsi dan gerak langkah Badan Narkotika Provinsi dengan Badan Narkotika kabupaten dan kota se-Kaltim dalam upaya Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN).  ”Pada  2015 nanti negara-negara di Asia telah  bertekad untuk  bebas dari narkoba dan Indonesia, khususnya Kaltim  sudah mencanangkan Program Zero Narkoba. Melalui program tersebut dapat  memacu pemberantasan narkoba secara berkelanjutan di daerah,” kata Wakil Gubernur, yang juga Ketua BNP Kaltim H Farid Wadjdy pada Pembukaan Rakor Badan Narkotika se-Kaltim di Balikpapan, Rabu (28/7).

Menurut dia, pencapaian simultan itu meliputi tiga rencana yang harus dilaksanakan, yakni melakukan pencegahan terhadap munculnya korban-korban baru bagi pengguna narkoba. Pemberian  terapi kepada korban sehingga mereka mampu kembali normal saat berada di lingkungan sosial dan pola pendekatan hukum.

Dalam pelaksanaan  Program Zero Narkoba diberikan tanggungjawab kegiatan pada  Badan Narkotika baik provinsi maupun kabupaten dan kota, aparat kepolisian dan jajaran penegak hukum. Namun demikian program tersebut perlu adanya dukungan dan melibatkan semua pihak.

“Kegiatan ini selain menjadi tanggungjawab instansi terkait, juga harus ada jalinan kerjasama dengan masyarakat hingga level terbawah. Hal ini penting dilakukan, karena ancaman bahaya narkoba cukup serius bagi kelangsungan kehidupan masyarakat, terutama generasi penerus suatu bangsa,” jelasnya.

Bahkan, badan dunia seperti Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB) telah menyatakan perang untuk melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dan PBB memperkirakan bahwa saat ini, terdapat sekitar 200 juta orang atau sekitar 4,7 persen dari seluruh penduduk dunia yang berusia 14 tahun ke atas menjadi penyalahguna narkoba.

Sementara itu, dari lebih 237 juta jiwa penduduk Indonesia saat ini, terdapat sekitar 2 persen  atau 4 juta jiwa terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba  dan 85 persen  di antaranya merupakan  generasi muda dari berbagai kalangan.

Sedangkan Kaltim termasuk daerah rawan terjadinya kasus-kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Tanah Air selain Jawa Timur, Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali.

Selain itu,  masalah penyakit HIV/AIDS di Kaltim juga cukup mengkhawatirkan,  karena sejak ditemukan pertama kali pada 1997 hingga  2010 ini sudah terdapat sekitar seribu orang pengidapnya dan puluhan orang di antaranya sudah meninggal dunia.

“Program Zero Narkoba perlu komitmen dan kerjasama dari semua pihak, serta perlu dipertegas dan dikuatkan dalam suatu jalinan yang kompak. Untuk itu Badan Narkotika, kepolisian, penegak hukum dan individu-individu, keluarga serta kelompok-kelompok dalam lingkungan sosial di masyarakat perlu meningkatkan kepedualian dan peransertanya,” harap
Farid Wadjdy.

Rakor Narkoba se-Kaltim ini diikuti sekitar 100 orang dari Badan Narkotika Kabupaten dan Kota se-Kaltim dan peninjau dari empat provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Bali, serta
menghadirkan nara sumber dari Badan Narkotika Nasional yaitu Deputi Pencegahan BNN Mayjend (Pol) Abdurrachman, Direktur Info BNN Brigjend (Pol) Kurniawan dan Kalakhar BNP Bali I Budi Ketut Sugiarta. Kegiatan ini
akan dilanjutkan dengan kunjungan sekaligus peninajuan ke Pusat Rehabilitasi di Denpasar Bali.  (vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.