Bandara Samarinda Baru Selesai Tahun 2013

November 23, 2011 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com, Pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) diperkirakan akan selesai tahun 2013 mendatang. Pemancangan tiang pertama (ground breaking) proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) yang terletak di Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara dilakukan hari ini (23/11) oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

“Banyak pihak termasuk masyarakat yang mempertanyakan kejelasan nasib bandara ini (BSB-red). Maka dengan ground breaking hari ini saya tegaskan bahwa pembangunan bandara ini dilanjutkan dan target 2013 sudah rampung,” tegas Awang Faroek pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bandara Samarinda Baru di Areal BSB Sungai Siring Samarinda, Rabu (23/11).

Bahkan, Pemprov Kaltim berharap pada 2012 pihak pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah masuk dan dapat mengerjakan sisi udaranya, sehingga proyek ini menjadi proyek kolaborasi pusat dan daerah serta swasta dan BUMN.

Menurut dia, pembangunan BSB telah menjadi proyek prioritas dalam pembangunan infrastruktur di Kaltim bersama bandara-bandara lainnya. Apalagi di daerah ini telah memiliki 16 bandara yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun nasional.

Diantaranya, pembangunan perluasan kapasitas Bandara Sepinggan Balikpapan khusus untuk existing landasan pacu yang saat ini 2.500 meter akan diperpanjang menjadi 3.250 meter, selain dibangunkan terminal penumpang 1.110 meter persegi yang mampu melayani 10 juta penumpang pada 2016 dengan didukung 11 garbarata.

Karenanya, kedepan BSB ini akan dibangun dengan panjang landasan pacu mencapai 2.500 meter, namun untuk tahap awal ini akan dibangunkan sepanjang 1.600 meter selanjutnya dikembangkan serta ditingkatkan hingga menjadi 2.500 meter.

“Untuk target awal ini selesai 1.600 meter, maka Bandara Temindung harus pindah kesini. Selanjutnya terus akan dilakukan pengembangan bandara sehingga ideal untuk menjadi bandara di ibukota provinsi minimal mampu menjadi sentral penerbangan bagi bandara-bandara di Kaltim yang tersebut di kabupaten dan kota baik untuk penerbangan orang maupun barang (cargo),” harap Awang Faroek.

Ditambahkannya, saat ini terdapat tiga  bandara perintis  di daerah pedalaman dan perbatasan Kaltim yang akan diperluas. Yakni, Bandara  Datah Dawai  di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) serta Bandara Long Ampung  di Malinau dan  Bandara  Long Bawan di Nunukan.

Perluasannya berupa perpanjangan landasan  pacu dari  1.200  meter menjadi 1.400 meter,  sedangkan  1.400 diperpanjang menjadi  1.600 meter. Selain itu, Bandara Juwata Tarakan dari Pemprov Kaltim telah menganggarkan untuk  perluasan apron (tempat parkir pesawat).

Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau dengan landasan pacu dari 1.850 meter menjadi 2.250 meter terlebih lagi akan  menambah lebar landasan pacu dari 30 meter menjadi 45 meter, sehingga bandara ini mampu didarati  pesawat jenis Boeing 737-200/300 bahkan jenis Airbus.

“Karenanya, bandara ini akan menjadi bandara masa depan bagi masyarakat Samarinda bahkan Kaltim. Terhadap beberapa bandara yang terus dikembangkan, maka hendaknya BSB ini dipercepat proses pembangunannya jangan kalah sama bandara kabupaten. Mari kita kolaborasi membangun bandara ini baik pemerintah provinsi dan kota serta pusat dengan swasta maupun BUMN,” harap Awang Faroek.

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Provinsi Kaltim HM Sa’bani mengatakan BSB harus siap dan berkembang sebagai bandara yang modern baik dari sisi arsitektur maupun pengelolaan yang memiliki fungsi sangat komplek.

“Bandara ini selain akan mendukung penerbangan nasional juga akan menjadi bandara untuk melayani sebagai “hub” (tempat penerbangan tidak langsung dapat mendarat dan penumpang berganti pesawat) bagi penerbangan lokal,” ujar Sa’bani.

Apalagi, potensi bandara ini bukan hanya lalulintas orang, tetapi barang (cargo) yang cukup besar yang didukung dengan volume kegiatan industri pertambangan di Kaltim sebagaimana tercermin pada bandara-bandara lain di daerah.

Dijelaskannya, luas areal bandara untuk sisi darat mencapai 114 hektare dan sisi udara 196 hektare atau dengan luasan areal keseluruhan mencapai 310 hektare. Sedangkan kebutuhan lahan dalam kondisi ultimate (keseluruhan) diperlukan 470 hektare yang berarti masih diperlukan pembebasan sekitar 160 hektare dengan ultimate ruway (landasan pacu) mencapai 2.500 meter.

Kapasitas bandara mencapai 3 juta penumpang pertahun, namun untuk tahap pertama akan dibangun seluas 12.700 meter persegi atau kapasitas pelayanan mencapai 1,5 juta penumpang pertahun.

Pembangunan BSB terbagi dalam tiga bagian, yakni tahap pembentukkan lahan (land development) dan bangunan khusus terdiri dari pekerjaan jalan dan drainase serta pembangunan air traffic control (ATC).

Tahap pembangunan gedung terminal yang terdiri dari gedung terminal  seluas 12.700 meter persegi dan lahan parker seluas 10 ribu meter persegi, fasilitas taxi dan bus serta gerbang masuk (toll gate). Sedangkan tahap pembangunan gedung penunjang terdiri dari hangar dan cargo serta rumah dinas.

Biaya pembangunan sisi darat secara keseluruhan senilai Rp696 miliar yang dianggarkan melalui biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD) Kaltim  secara multi years (tahun jamak) selama tiga tahun dengan tahun anggatan 2011, 2012 serta 2013.

Sementara itu proses pelelangan untuk manajemen konstruksi Proyek BSB yang akan mengawal biaya mutu dan waktu pembangunan (konsultan pengawas) akan dilakukan PT Yodya Karya (BUMN) kerjasama operasional (KSO) dengan PT Artefak Arkindo.

Pelaksanaan proyek pembangunan tahap I akan segera dilakukan PT Pembangunan Perumahan (BUMN) kerjasama operasional (KSO) dengan PT Luhribu Naga Jaya dan PT Tahta  Aulia. Untuk tahap pembangunan selanjutnya pada saat ini sedang dalam proses pelelangan.

“Kami bertekad untuk dpat mewujudkan BSB yang berkualitas serta memenuhi persyaratan nasional yang ditetapkan kementerian Perhubungan dan persyaratan internasional. Sebab, bandara ini dibangun dengan tingkat pelayanan yang lebih baik mulai dari proses pelayanan dari check in, baggage handling system, airport information system, proses transfer serta proses kedatangan,” jelasnya.

Ditambahkannya,  target waktu dari pelaksanaan bandara adalah untuk Berita Acara Serah Terima Pertama akan dilakukan pada 21 bulan setelah peletakan batu pertama atau seluruh fasilitas telah selesai. Berita acara Serah Terima Kedua akan dilakukan enam bulan setelah Berita Acara Serah Terima Pertama atau seluruh fasilitas bandara telah teruji dan dapat berfungsi dengan baik.

Hadir pada pelaetakan batu pertama Bandara Samarinda Baru ini Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan Budhi Suyitno, Walikota Samarinda H Syaharie Ja’ang dan Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, anggota DPRD Kaltim HM Syahrun dan Ketua DPRD Samarinda Siswadi serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. (vb/mas)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Bandara Samarinda Baru Selesai Tahun 2013"

  1. bonny gunawan on Sat, 22nd Mar 2014 3:46 pm 

    ayo pa awanng faroek , bandara BSB harus cepat terealisasi ya ? kami pihak swasta sangat membutuhkan kehadiran BSB bisa beroperasional secepatnya , minimal untuk mengcover kegiatan domestik ( dalam negri ).

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.