Awang Faroek Tak Mau Kalah Dengan Mama Lorenz

January 15, 2010 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – vivaborneo.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mencerdaskan masyarakatnya tidak saja melalui pendidikan formal, namun juga melalui pendidikan informal. Kaltim bertekad akan memberantas Buta Tehnologi  dengan membagikan 14.000 buah telepon genggam (Hand Phone/HP) kepada masyarakat di pedalaman dan daerah perbatasan.“Masak Gubernur kalah dengan Mama Lorenz  yang dapat menerima pesan dari orang lain tentang suatu ramalan yang tidak pasti. Kita juga akan buka hotline SMS yang berisi pesan-pesan pembangunan  atau masukan dari masyarakat. Nomornya 3148 ,” ujar  Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak setengah bercanda yang selalu disambut anggukan orang yang mendengarnya.

Menurutnya, layanan komunikasi melalui telepon genggam bagi masyarakat pedalaman, daerah pesisir dan daerah perbatasan sebagai salah satu upaya untuk membuka isolasi antara masyarakat dan pemerintah. “Dengan berkomunikasi maka akan banyak manfaat yang akan didapat. Contohnya petani di Thailand menggunakan handphone  untuk mengetahui harga-harga pertanian dan lainnya yang sedang naik di pasar, dengan begitu mereka tahu kapan saat yang tepat untuk petani panen dan menjual,” ujarnya.

Program yang dirancang Gubernur ini sebenarnya sejalan dengan Program Nasional Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan PT Pos Indonesia yang membangun Warung  Masyarakat Informasi (Warmasif), yang bertujuan mengurangi kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan dan komunikasi, serta meningkatkan kecerdasan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Saat ini telah dibangun 78 warmasif di berbagai kota di Indonesia. Di Kalimantan Timur, dapat dijumpai di Balikpapan, Samarinda dan Tanjung Redeb.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.