Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imipas RI

June 17, 2026 by  
Filed under Paser

Kepala Rutan Kelas IIB Tanah Grogot, Aris Triyanto saat menerima Piagam Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia

TANA PASER -Komitmen peningkatan kualitas layanan publik yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot kembali membuahkan hasil. Satuan kerja pemasyarakatan tersebut berhasil meraih Piagam Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Pemberian Apresiasi dan Penyerahan Piagam Penghargaan Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (12/6/2026)

Rutan Tanah Grogot menjadi salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang dinilai berhasil memenuhi standar pelayanan publik berdasarkan hasil evaluasi Ombudsman Republik Indonesia. Penilaian tersebut mencakup aspek kepatuhan terhadap standar layanan, transparansi, serta upaya pencegahan maladministrasi.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanah Grogot, Aris Triyanto, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kerja kolektif seluruh jajaran pegawai yang secara konsisten melakukan perbaikan layanan.

“Capaian ini bukan milik individu, tetapi hasil kerja keras seluruh tim. Kami berterima kasih atas dedikasi seluruh pegawai yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan ini akan dijadikan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan di lingkungan Rutan Tanah Grogot.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Justru ini menjadi pengingat agar kami terus berbenah, menjaga integritas, dan memastikan pelayanan publik semakin baik ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh UPT pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Timur.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Jangan jadikan ini sebagai akhir, tetapi awal untuk terus melakukan inovasi layanan. Transformasi pelayanan publik harus terus berjalan,” tegasnya.

Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus dorongan untuk mewujudkan layanan publik yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada masyarakat.(tw)

Rute Baru Bandara Melalan Mudahkan Akses Transportasi ke Ibu Kota Provinsi

June 17, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Masyarakat Kabupaten Kutai Barat kini memiliki akses transportasi udara yang lebih cepat menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Wings Air resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Samarinda–Melak dan Melak–Samarinda yang disambut langsung oleh pemerintah daerah, pihak bandara, dan manajemen maskapai di Bandara Melalan, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (17/6/2026).

Pembukaan rute tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi, investasi, dan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan penerbangan langsung Samarinda–Melak. Menurutnya, kehadiran layanan penerbangan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pembukaan rute penerbangan ini dapat terwujud,” ujarnya.

Menurut Frederick, kemudahan akses transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan daerah. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, berbagai aktivitas masyarakat, pemerintahan, hingga dunia usaha dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Hal ini tentu akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas pemerintahan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang investasi dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Barat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan Melak, Bernard Repelita Purba, menyebut kehadiran rute baru tersebut bukan hanya menambah pilihan transportasi, tetapi juga menjadi penghubung penting bagi berbagai aktivitas masyarakat.

Sedangkan Direktur Safety Wings Air, Iyus Susianto, berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan penerbangan tersebut secara maksimal agar rute Samarinda–Melak dapat terus beroperasi dan berkembang di masa mendatang.

Dengan beroperasinya penerbangan langsung ini, Kutai Barat semakin terbuka dan terhubung dengan berbagai pusat aktivitas di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang siap menyambut peluang pembangunan di masa depan. (adv diskominfo)

Muara Pahu Perkuat Kampung Hadapi Stunting dan Krisis Pangan

June 17, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SAMARINDA — Upaya menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kampung menjadi fokus dalam bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti aparatur kampung dari Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, di Hotel Horison Samarinda, 16–18 Juni 2026.

Kegiatan yang difasilitasi Pusat Pelatihan dan Kajian Nusantara (PPKN) itu digelar setelah hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan masih adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program pembangunan berbasis masyarakat di kampung. Salah satunya terkait penanganan stunting yang hingga Mei 2026 tercatat masih ditemukan pada 86 anak yang tersebar di 12 kampung di Kecamatan Muara Pahu.

Camat Muara Pahu, Mauliddin Said, mengatakan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi kesehatan semata. Menurutnya, diperlukan keselarasan program mulai dari pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan peran posyandu di tingkat kampung.

“Perlu ada keterlibatan semua pihak agar program penanganan stunting berjalan efektif, termasuk optimalisasi kehadiran balita di posyandu dan pemberian makanan tambahan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Selain stunting, ketahanan pangan juga menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut. Pemerintah menilai kampung perlu memiliki strategi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berdampak pada peningkatan pendapatan warga.

Menurut Mauliddin, pengelolaan program ketahanan pangan yang tepat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kemandirian kampung di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kalimantan Timur, Puguh Harjanto, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah kampung dalam menjalankan program pembangunan.

Ia menilai persoalan stunting dan ketahanan pangan merupakan isu strategis yang saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat sinergi mulai dari pusat, provinsi, kabupaten hingga pemerintah kampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Puguh.

Pada sesi pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai peran kelembagaan ekonomi desa seperti Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa) dalam mendukung program ketahanan pangan.

Pemerintah berharap penguatan kapasitas aparatur kampung melalui kegiatan semacam ini dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Di sisi lain, keberhasilan menekan angka stunting dan meningkatkan ketahanan pangan dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Bagi Kutai Barat, isu stunting dan ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan dan ekonomi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan mampu bersaing di masa depan. (Man/Adv/Diskominfo Kutai Barat)

Pemkab Kubar Perkuat Sinergi dengan MSF

June 17, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melihat peringatan 100 tahun karya Kongregasi Missionarii Sacrae Familiae (MSF) di Kalimantan sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di daerah.

Hal itu disampaikan dalam Seminar 100 Tahun MSF Kalimantan bertema “Akar dan Realitas, Menjaga Menyala Api Refleksi 100 Tahun MSF dan Menjawab Tantangan Evangelisasi Masa Depan” yang digelar di Gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Barong Tongkok, Selasa (16/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Dinas Pertanian Stepanus Alexander Samson yang membacakan sambutan Bupati Kutai Barat. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kontribusi MSF yang telah berkarya selama satu abad di Kalimantan, termasuk di wilayah Kutai Barat.

Menurut pemerintah daerah, kehadiran MSF tidak hanya memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga berperan dalam mendukung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sosial yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

“Selama satu abad berkarya di Kalimantan, MSF telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan. Karya pelayanan yang dijalankan telah membawa perubahan positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman,” demikian kutipan sambutan Bupati.

Bagi Pemkab Kutai Barat, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pemerintah berharap refleksi yang dilakukan dalam seminar tersebut dapat menghasilkan gagasan dan strategi pelayanan yang tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

“Melalui seminar ini, saya berharap MSF dapat merumuskan langkah-langkah strategis serta arah pelayanan yang relevan untuk 25, 50, hingga 100 tahun ke depan,” lanjut sambutan tersebut.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bambang Kuss dan Profesor Paulus Matius. Sementara itu, Provinsial MSF Provinsi Kalimantan, Pastor Y.B. Marharsono MSF, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar Gereja di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Menurutnya, tantangan pelayanan ke depan menuntut kemampuan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dasar sambil menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

Selain seminar, peringatan 100 Tahun MSF Kalimantan juga akan diisi berbagai kegiatan lain, seperti napak tilas perjalanan misi pertama di Laham, pertemuan para misionaris, kegiatan sosial, hingga Festival Budaya yang akan digelar di Taman Budaya Sendawar.

Ketua Panitia 100 Tahun MSF, Ignasius Rudi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga memperkuat hubungan antara Gereja, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Bagi Pemkab Kutai Barat, kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui sinergi yang telah terjalin selama puluhan tahun, pemerintah berharap kontribusi MSF dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat Kutai Barat di masa depan.

Puncak peringatan 100 Tahun MSF Kalimantan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Barong Tongkok dan akan menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang karya pelayanan yang telah mewarnai kehidupan masyarakat Kalimantan selama satu abad. (Ibn/Adv/Diskominfo Kubar)

Bupati Kukar Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada ASN

June 17, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar pada Apel Gabungan Korpri yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (17/6/2026).

Apel Gabungan Korpri yang dirangkai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, para Asisten lingkungan Setdakab Kukar, para Kepala perangkat daerah, camat, serta ASN di lingkungan Pemkab Kukar. Dalam kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dengan menunjukkan dedikasi, loyalitas, kecakapan, kejujuran, serta disiplin dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Sebanyak 370 ASN dinilai memenuhi persyaratan untuk menerima tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia.

Aulia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para penerima Satyalancana Karya Satya. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol masa kerja, melainkan bentuk pengakuan negara atas kualitas pengabdian dan integritas ASN selama bertugas.

Aulia Rahman Basri menegaskan pemberian Satyalancana Karya Satya tidak hanya didasarkan pada lamanya masa pengabdian, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi kerja ASN yang bersangkutan.

“Pemberian Satyalancana ini bukan hanya sekadar karena waktu mengabdi, tetapi juga prestasi kinerja ASN itu sendiri. Tidak melakukan pelanggaran, berdedikasi, dan disiplin dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia berharap para penerima penghargaan dapat menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing serta mampu memberikan contoh positif bagi rekan-rekan sesama ASN.

“Penerima penghargaan ini diharapkan menjadi teladan di tempat mereka mengabdi, sehingga dapat menjadi contoh bagi rekan-rekannya,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan keberhasilan ASN saat ini tidak hanya diukur dari lamanya masa pengabdian, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. ASN dituntut bekerja secara profesional, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil serta pelayanan publik yang berkualitas.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas. Selain menjaga integritas dan disiplin, ASN juga harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.

Aulia berharap momentum penganugerahan Satyalancana Karya Satya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengabdian. Dengan semangat BerAKHLAK, ASN Kukar diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan menuju Kutai Kartanegara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (kk04)

Next Page »

  • vb