Jadwalkan Apel Besar HUT RI 65 di Perbatasan

July 21, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com – Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal merencanakan akan melakukan “action” dengan turun langsung kemasyarakat di beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Negara tetangga. Salah satu yang sederhana namun bersifat monumental adalah Apel  Besar  masyarakat, pelajar dan unsur pemerintahan di wilayah perbatasan NKRI.

Sebelum  apel HUT RI Ke-65, direncanakan pembagian  ribuan bendera merah putih dan simbol-simbol Negara seperti foto gubernur dan wakilnya serta foto presiden-wakil presiden.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal, Provinsi Kaltim, Adri Patton yang didampingi sejumlah stafnya menjelaskan panjang lebar beberapa program di ruang kerjanya Selasa (13/7).

Menurut Adri Patton ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan dijadwalkan sudah dapat terlaksana sebelum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Tahap berikutnya “action” bagi masyarakat dengan program-program yang ringan namun langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

“Dijadwalkan sebelum 17 Agustus kegiatan pertama sudah dapat dilaksanakan, yaitu akan memberikan pembekalan dan sosialisasi kepada guru-guru tentang ideologi  dan cinta tanah air oleh dosen Kewiraan. Disamping itu, dikirim juga anggota TNI dan Polri untuk memberikan sosialisasi tentang bela Negara. Puncaknya adalah Apel  Besar HUT RI,” ujarnya.

Program selanjutnya, direncanakan juga akan mengirimkan dokter dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan ringan dan umum yang dialami oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan ringan ini contohnya pemberian obat anti cacing pada anak, pengobatan saluran pernafasan, penyakit kulit dan lainnya.

Menurut Adri Patton, pihaknya akan bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daeah (SKPD) lainnya seperti Kesbangpol, Disperindagkop, Dinas Kesehatan ataupun partisipasi pihak akademis seperti dari perguruan tinggi.

“Untuk awal mungkin Kita akan mulai dengan tiga kecamatan, dan terus berlanjut dengan kecamatan lain yang membutuhkan. Untuk sosialisasi ini, BP KP2TD rencanaya juga akan mengjak sejumlah wartawan untuk dapat menyaksikan langsung kondisi nyata di lapangan,” jelasnya.

Pembangunan perbatasan, pedalaman dan daeah tertinggal, ujar Adri Patton, tidak hanya berkutat pada pembangunan “mega proyek” seperti infrastruktur jalan dan jembatan yang memerlukan biaya besar, tetapi  pembangunan dapat juga dilaksanakan dengan menyentuh langsung kebutuhan dan kepentingan masyarakat saat itu.(vb/yul)

Posisi Tawar Indonesia Di Perbatasan Masih Rendah

February 26, 2010 by  
Filed under Opini

Posisi tawar Indonesia terhadap Malaysia masih sangat lemah dalam masalah perbatasan karena adanya kepentingan yang berbeda antara dua Negara bertetangga. Hal ini berbeda dengan masalah perbatasan antara Indonesia di Provinsi Papua dan negara Papua New Guinea yang memiliki posisi tawar lebih tinggi. Read more