Kapal Komisi V DPR Hantam Karang di Perairan Sebatik

April 14, 2011 by  
Filed under Berita, Politik dan Pemerintahan

Nunukan – vivaborneo.com – Kapal rombongan anggota Komisi V DPR RI yang  melakukan kunjungan ke Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, menabrak karang. Sejumlah anggota Komisi V mengalami benturan yang mengakibatkan lecet dan memar, namun tidak ada luka serus yang memerlukan pengobatan lebih lanjut.Menurut anggota Komisi V Yudi Widiana kepada detiknews, kapal  kandas menabrak karang saat menyeberang di perairan Sebatik dan seluruh penumpang dievakuasi dengan menggunakan tiga buah speedboat, ujarnya, Kamis siang(14/4/2011).

Anggota Komisi V yang berada di kapal milik Kementerian Perhubungan tersebut berjumlah 15 orang. Selain anggota Komisi V, ada juga anggota BMKG, Dinas Perhubungan dan Badan SAR NAsional (Basarnas). Benturan keras terjadi ketika kapal kandas dan sebagian anggota komisi V berada terpencar di sejumlah ruangan kapal.

“Ketika kapal menabrak karang, sebagian besar anggota tidak duduk ditempat, jadi ada yang terlempar, benturannya lumayan keras. Semua panik. Ada yang di toilet langsung terjatuh,” jelas anggota FPKS ini.

Anggota Komisi V ini berencana meninjau Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia, namun kunjungan ini hanya berlangsung setengah jam, dan rombongan bertolak  ke Kota Tarakan melalui Bandara Nunukan, pada siang harinya.

Komisi V ini melakukan kunjungan kerja dari Balikpapan selama, Samarinda dan menuju utara Kaltim pada Rabu (13/4) setelah bertemu dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Sejumlah kunjungan kerja Komisi V ini gagal dilaksanakan karena minimnya transportasi dan sulitnya medan yang dilalui. Kunjungan batal diantaranya ke Waduk Marangkayu dan Bandara Temindung Samarinda.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.