Jambu Madu Bulungan Prospeknya Semanis Madu

July 24, 2009 by  
Filed under Agrobisnis

Jambu Madu merupakan komoditi tanaman buah yang telah dirilis menjadi buah unggulan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Jambu ini memikat banyak pengunjung dalam puncak acara Hari Koperasi Nasional ke-62 di Samarinda, yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

jambu madu merah

jambu madu merah

Sebagai produk unggulan, jambu madu memiliki karakteristik yang khas dibanding famili jambu lainnya , Jambu Madu memiliki rasa yang segar dan manis, dengan bobot 75—100 gr/buah. Diatas rata-rata ukuran jambu pada umumnya yang hanya antara 35-85 gr. Harga Jambu Madu di tingkat pedagang pengumpul di berbagai daerah pemasaran berkisar Rp. 12.500 hingga Rp. 15.000,0 per kilogram.

Kabupaten Bulungan dengan potensi sumber daya alam yang besar, memiliki prospek yang baik untuk pengembangan tanaman Jambu Madu, hal ini didukung oleh persyaratan tumbuh dan agroklimat yang cocok, serta ketersedian lahan yang masih luas.

Pengembangan Jambu Madu masih pada fase duplikasi dan perbanyakan untuk dikembangkan pada masyarakat. Untuk sementara jambu ini hanya terdapat pada Kebun Paulus di Desa Antutan. Dua jenis varietas yang telah ada, yakni jambu madu merah dan jambu madu hijau.

Produksi Jambu Madu berkisar antara 30 –75 kg/pohon untuk satu kali pemanenan, Jambu Madu dan dapat diambil hasilnya pada umur 3 – 5 bulan setelah tanaman berbunga.

Pangsa pasar untuk Jambu Madu masih sangat terbuka luas, menggingat untuk saat ini sentra jambu terbatas dan hanya terdapat di Kabupaten Bulungan, Daerah pemasaran dapat dilakukan secara lokal dan antar daerah, namun tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan peluang ekspor ke luar negeri.

Jambu Madu tergolong tanaman dikotil, namun dalam kenyataannya tanam ini umumnya tidak memiliki biji, ada kemungkinan tanaman ini memiliki penyimpangan genetik secara alami sehingga perbanyakan tanaman biasanya dilakukan secara vegetafif baik berasal dari okulasi, sambung pucuk atau cangkokan.

Tanah dan Agroklimat Iklim yang dikehendaki oleh jambu Madu adalah iklim tipe B dan C (Fergusson) dengan rataan curah hujan 1500 mm — 2500 mm per tahu, suhu udara berada pada kisaran 25 Derajat Celcius —30 derajat Celcius. Dengan ketinggian tempat 500 m—800 dpl, dengan tanah yang gembur dan bertekstur pasir hingga lempung berliat.

Lahan seluas satu hektar membutuhkan bibit Jambu Madu berkisar 171 pohon dengan jarak tanam optimal 8 m x 8 m dan 304 dengan jarak tanam 6 m x 6 m. Waktu tanam terbaik adalah 2—4 minggu setalah pengolahan lahan.

Pemupukan dilakukan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang, bokasi dan kompos sedangkan pemberian pupuk anorganik dengan pupuk urea, TSP, KCL dan ZK dengan dosis tepat. Pemberian pupuk lebih dianjurkan dari jenis organik, yang lebih murah dan ramah lingkungan. Pengendalian hama dan penyakit diutamakan dilakukan secara biologis dengan cara musuh alami, sedangkan untuk jenis hama tertentu misaknya lalat buah digunakan bahan kimiawi (pestisida) tertentu.(vb-01/Azan Asri)

Respon Pembaca

5 Komentar untuk "Jambu Madu Bulungan Prospeknya Semanis Madu"

  1. ulun antutan on Sat, 8th Aug 2009 11:09 am 

    buat ulun2 bulungon slalu semangat tingkatkan potensi sdm dan sda yg ada di Bulungan untuk menghadapi tantangan era globalisasi.

  2. Hendra lesmana on Sun, 25th May 2014 12:04 pm 

    Cara membedakan jambu madu dan jambu lokal dari segi pohon nya.

  3. aby on Sun, 20th Nov 2016 4:42 pm 

    minta tolong alamat bibit jambu madu untuk wilayah kaltim kisaran samarinda, sangatta, atau bengaloen..
    trimkasih boss

  4. admin on Sat, 17th Dec 2016 4:08 am 

    Redaksi : Kami masiih carikan dimana alamat penangkar bibit jambu madu yang berkualitas,,,,

  5. Indra on Fri, 10th May 2019 3:21 am 

    Mohon dibantu dimana bisa dpt akses bibit jambu air madu bulungan

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.