ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Rusmadi : Konsisten Dengan Protokol Kesehatan, PTM Bisa Terus Dibuka Secara Bertahap

September 22, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SAMARINDA – Wakil Walikota Samarinda Rusmadi melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai bertahap dilaksanakan di 54 sekolah di Kota Samarinda. Komitmen dan Konsisten dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan vaksinasi bagi guru menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran PTM.

Disela-sela peninjauan, Rusmadi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Secara bertahap mulai melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Setelah sukses melaksanakan Sekolah Tangguh Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tahap I sebanyak 14 sekolah, kini dilanjutkan dengan membuka kegiatan PTM di 40 sekolah lainnya. Total keseluruhan kini sudah ada 54 sekolah di Kota Samarinda dengan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Untuk tahap II ini terang dia, ada 80 sekolah yang disiapkan. Namun minggu ini baru 40, dan kemungkinan minggu depan akan bertambah 40 lagi jika berdasarkan hasil evaluasi, semuanya berjalan aman.

“Tapi kita yakin, sepanjang kita semua tetap konsisten dengan protokol kesehatan seperti yang ada saat ini. Buktinya di tahap I ada 14 sekolah yang melaksanakan PTM juga semuanya berjalan bagus dan aman. Tapi secara umum saya lihat sendiri, anak-anak begitu riang. Mungkin mereka sudah sangat merindukan suasana belajar yang seperti ini. Mereka sudah jenuh dengan belajar daring selama ini,” ungkapnya di SMPN 1 Samarinda, Senin (20/9/2021)

Diakui Wawali, saat ini dari total 10 kecamatan di Samarinda, sembilan di antaranya sudah berada di zona kuning. Hanya satu yang di zona oranye. Namun meski begitu, untuk PTM tetap harus bertahap dan tak bisa dibuka sekaligus.

“Kita memang tidak boleh takut, tapi tidak boleh juga kita sombong. Jadi harus bertahap dan terus kita evaluasi,” tuturnya.

Sementara Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Kaltim Hetifah Sjaifudian yang juga ikut meninjau bersama Wawali mengaku sangat senang ketika melihat antusias para peserta didik untuk belajar tatap muka.

“Ini sangat bagus. Hanya yang harus terus diperhatikan adalah protokol kesehatan. Perhatikan sanitasi agar kesehatan anak-anak peserta didik tetap terjaga,” harap Hetifah.

Berhasil tidaknya pelaksanaan PTM terbatas sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi untuk saling menjaga dan melindungi melalui kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. (*/hel)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.