ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Akademi Ekspor Kaltim Dorong Pengusaha Percaya Diri

March 18, 2021 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Share this news

Vivaborneo.com, Samarinda — Akademi Ekspor Provinsi Kalimantan Timur Seri 1 tahun 2021 diikuti 60 pelaku usaha. Mereka terbagi dalam dua kelas yaitu pengusaha yang sudah pernah melakukan ekspor dan pengusaha yang akan memasuki pasar ekspor.

Peserta dilatih selama tiga hari sejak 16-18 Maret tentang bagaimana cara melakukan mengekspor barang, mengetahui prosedur dan tata cara pengiriman, aturan-aturan  kepabeanan hingga sistem pembayaran luar negeri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono mengatakan melalui Akademi Ekspor Seri 1 tahun 2021 ini diharapkan terjadinya peningkatan ekonomi yang juga dapat dirasakan oleh pengusaha Kaltim melalui ekspor produknya ke luar negeri.

“Anda bisa ekspor ke manapun di dunia ini. Dari ujung Amerika hingga di benua Eropa,  Afrika,  Australia,  Asia. Tetapi kalau kita bicara nasional bicara Kaltim saja, Samarinda saja, kan jauh. Lebih kecil dari (daya beli)  orang luar negeri. Bagaimana (merebut) daya beli yang kuat itu. Makanya tidak ada kata lain selain meningkatkan daya saing produk,” ujarnya  usai pembukaan Akademi Ekspor Seri 1 pada Selasa (16/3/2021).

Dalam Akademi Ekspor Seri 1 tahun 2021 ini dibagi dalam dua kelas masing-masing sebanyak 30 peserta, dimana satu kelas adalah para alumni pelatihan ekspor sebelumnya. Dijelaskan, peserta akademi ini sebelumnya adalah kelas dasar atau pemula “prosedur ekspor” dan kini ditambah dengan kelas lanjutan baru,  “bagaimana memulai ekspor”.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kaltim Yadi Robyan Noor mengatakan,  perlunya capaian terhadap para peserta akademi ekspor ini,  berupa bagaimana regulasi dan peran pemerintah, capaian pasar UMKM baik tingkat daerah, nasional bahkan global, serta  berapa target untuk Kaltim.

Pemprov Kaltim, ujarnya juga melakukan percepatan penanganan Covid-19. Dari 309.000 jumlah UMKM di Kaltim terdapat 50-70 persen terimbas Covid-19.

“Upaya pemerintah daerah adalah menangani UMKM yang terdampak ini. Kita telah menganggarkan Rp500 miliar   untuk kesehatan maupun penanganan ekonomi saat pandemi Covid-19.,” tegasnya.

Pemprov Kaltim, ujarnya telah menganggarkan Rp260 miliar untuk membantu UMKM 2020. Jumlah yang dibantu sebayak 151.000 pengusahha dari sebanyak 161.000 UMKM yang terdampak pandemi.

“Nilainya yang kita bantu sebesar Rp214 miliar. Kita bantu uang tunai. Sisanya kita berharap dapat diselesaikan dalam tahun ini. Banyak pengusaha yang terbantu. Misalnya mereka tidak dapat membeli kemasan, setelah kita bantu mereka dapat kembali beroperasi, dan lain-lain,” ucapnya.(Vb/*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.