MUI Kaltim siap Gelar Musda

February 22, 2021 by  
Filed under Berita

Kantor MUI Kaltim

SAMARINDA – Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (MUI Kaltim) siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke- XI. Musda dijadwalkan berlangsung 23-25 Februari 2021.

Sekretaris MUI Kaltim dan sekaligus Sekretaris Panitia Musda XI MUI Provinsi Kaltim   H Mansyah Musda menyampaikan, Musda akan dibuka pukul 20.00 WIB di Hotel Senyiur Jalan Diponegoro Samarinda. Pembukaan akan dihadiri Sekertaris Jendral (Sekjen ) MUI Pusat , para Pejabat Kemanag, semua pengurus MUI serta Gubernur Kaltim H Isran Noor.

Musda yang bertema “ Meneguhkan Pinsip- prinsip Wassathiyah Islam di Kalimantan Timur Dalam Rangka Penegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdsarkan pancasila dan UUD 45 secara Murni dan Konsekuen” .

Dikatakan Mansyah, Musda bertujuan memilih Ketua dan Pengurus MUI Kaltimr masa khidmat 2021-2026. Dan Menyusun Program Kerja masa bakti 5 tahun ke depan dan rekomendasi organisasi MUI..

DIjelaskan, Musda akan diikuti 50 orang peserta , asing masing Pengurus MUI dari 14 kabupaten/kota,    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim ,LDDI , Pengurus Muhamadiyah Provinsi Kaltim, ,Unsur Pondok Pesantren, unsur Kemenag Kaltim, Dewan Pimpinan Pusat MUI. dan pengurus MUI, Kaltim berjumlah.

“ Insya Alloh selain dihadiri oleh para tokoh masyarakatm ulama, ungsur pondok Pesantren, bahkan Gubernur kaltim Isran Nor juga akan hadir ,” kata H Masnrah HB.

Musda MUI ke XI tahun 2021 ini agak berbeda dengan Musda sebelumnya. Saat ini dalam kondisi wabah Covid 19 sehinga peserta juga dibatasi maksimal 50 orang dan disertai dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah kami diberikan rekomendasi dari gugus covid, kepolisian (Polres) dan Pemprof Kaltim,” katanya. (Roghib)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.