Kader PDI Perjuangan Lakukan Aksi Bersih Sungai

February 22, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Kader PDI Perjuangan di Samarinda melakukan aksi bersih Sungai Karang Mumus (SKM) dan penanaman pohon, Minggu (21/2/2021). Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT PDI Perjuangan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis memyampaikan, HUT ke 48 PDI Perjuangan yang jatuh pada 10 Januari melakukan aksi ini sesuai perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta kader untuk memperkuat politikhHijau. Artinya kader PDIP harus lebih peduli kepada lingkungan.

“Jadi selain memikirkan masyarakat kita juga wajib memikirkan lingkungan kita, ini agar kedepan anak cucu kita dapat merasakan dampak baik,” kata Ananda.

Ananda berharap, dengan seluruh komitmen kader PDIP yang serius memikirkan dan peduli pada lingkungan dapat membantu bumi tetap sehat.

“Bisa bayangin kan, ribuan jiwa di indonesia, berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Ya kami harus memulai itu dari para kader PDIP, semoga bisa tertular dengan yang lain,” ujarnya.

Kegiatan ini diakuinya merupakan kesempatan langsung meninjau pembangunan turap bataran Sungai Karang Mumus.

Selain itu, Ananda juga melihat masih banyak sampah dari limbah rumahtangga yang hanyut di sungai. Padahal, sudah sering aktifis lingkungan melakukan bersih bersih Sungai. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda juga menyediakan perahu khusus membersihkan sampah.

Dikatakan Ananda, dalam waktu setengah hari saja tim sudah mengumpulkan hampir 1 ton sampah. Terbanyak limbah rumah tangga seperti popok dan plastik.

“Hal iniharusdicarikan solusi seperti melanjutkan pembangunan turap sampai di ujung sungai,” ujar Ananda.

Aksi berish-bersih sungai ini dan penanaman pohon inimelibatkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan yang mengerahkan 50 personil.

Tono, Ketua Baguna Kaltim berharap aksi ini terus berkelanjutan. Kedepannya ia akan akan mengetuk hati masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai untuk sadar membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan.

“Jika selalu di buang ke sungai maka akan jadi pendangkalan dan pencemaran,” kata Tono. (**)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.