Belanja Masa Kini, Berdayakan Petani Lokal, Peduli Protokol Kesehatan

December 20, 2020 by  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Badan Urusan Logistik (BULOG) memperkenalkan Pasar Tani “Batukar Wayah Ini”, sebuah cara berbelanja di pasar masa kini kepada masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan di Halaman Museum Samarinda, Sabtu (19/12/2020) mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WITA. Pasar Tani Samarinda ini dikunjungi Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, Wakil Walikota Samarinda, M. Barkati dan Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Tutuk SH Cahyono.

Wakil Walikota Samarinda M. Barkati menyampaikan pentingnya masyarakat mengenal dan mengonsumsi produk pertanian lokal Kaltim. Meskipun bukan daerah produsen bahan pangan utama tetapi tidak mengurangi ragam serta kualitas dari produk lokal. Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengharapkan kegiatan ini dapat di replikasi di banyak tempat dan diselenggarakan secara rutin sehingga mendorong ekonomi petani, memberi alternatif masyarakat, serta sebagai sarana rekreasi keluarga.

Belanja sesuai protokol Covid-19 menjadi pesan utama penyelenggaraan Pasar Tani ini. Agenda ini juga untuk memperkenalkan komoditas pangan lokal serta mempertemukan langsung petani/produsen dengan masyarakat perkotaan sehingga terdapat ikatan emosional untuk mengonsumsi produk pertanian/produksi lokal dengan harga memadai dan menguntungkan bagi semua.

Pesan lain dalam kegiatan ini adalah dalam rangka meminimalkan disparitas harga komoditas antara harga produsen dan konsumen yang selama ini cukup tinggi dan juga mengantisipasi hari besar keagamaan nasional natal dan tahun baru yang biasanya mengerek naik harga komoditas.

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola interaksi masyarakat di banyak aspek kehidupan. Namun demikian, terkadang gaya berbelanja khususnya di pasar tradisional sulit menerapkan protokol Covid-19 sehingga acara ini diharapkan dapat menjadi sebuah contoh bagi masyarakat untuk berbelanja aman dan nyaman.

Antusiasme masyarakat tetap dikontrol melalui sistem antri sebelum masuk ke area berbelanja. Masker menjadi atribut wajib bagi orang dewasa serta faceshield untuk anak – anak. Pengukuran suhu serta pembatasan jumlah orang dalam area berbelanja juga dilakukan sehingga pembeli dan penjual memiliki jarak yang aman dalam berinteraksi, meminimalisir kerumunan. Disamping itu, tidak terdapat penjual makanan siap konsumsi sehingga tidak ada alasan untuk membuka masker. Penerapan protokol Covid-19 tidak menyurutkan semangat berbelanja masyarakat tampak dari omset penjualan pada penyelenggaraan itu yang melebihi Rp 50 Juta.

Mendatangkan sebanyak 11 petani/produsen langsung menjadikan harga yang diperoleh masyarakat lebih murah daripada harga di tingkat pasar pada umumnya. Pada saat yang bersamaan, dengan penjualan langsung kepada masyarakat menjadikan petani dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Terkait komoditas yang dijual mayoritas merupakan hasil produksi lokal petani Kaltim. Banyak diantaranya baru dipanen satu hari sebelum acara sehingga lebih segar dan bernutrisi bagi masyarakat. (*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.