Kisah Penyintas Covid, Jangan Parno dan Stres

November 23, 2020 by  
Filed under Kesehatan

Foto saat kunjungan kerja di Berau bersama menteri KKP Edhy Prabowo dan bupati Berau Muharram ( alm).

Samarinda – Berbagai upaya dilakukan orang-orang yang terpapar virus covid-19 dalam berjuang untuk sembuh seperti sedia kala. Ada yang melakukan isolasi mengikuti petunjuk petugas kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, namun ada juga yang melakukan isolasi mandiri dengan berbagai pertimbangan dan berfokus upaya penyembuhan secara mandiri.

Seperti hal nya yang terjadi dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Kaltim, Aji Mirni Mawarni, yang positif terpapar virus yang berasal dari Wuhan China diawal bulan September 2020 lalu.

Mawar-sapaan akrab wanita berhijab ini, menceritakan ia terpapar virus corona setelah mengikuti kegiatan kunjungan kerja di Maratua Berau bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono (meninggal dunia di Jakarta, Senin, 28/9/2020) usai terinfeksi Covid-19. Bupati Berau-Muharram yang ikut dalam rombongan juga terinfeksi Covid-19. Sayangnya, Muharram tak mampu melawan virus ganas itu hingga akhirnya meninggal dunia pada 22 September di RS Pertamina Balikpapan.

Begitu Mawar dinyatakan positif terpapar covid-19, ia melakukan isolasi mandiri, atas pertimbangan Ibu, suami dan saudara-saudara nya.

“Saya sakit tidak dirawat di rumah sakit, saya hanya isolasi mandiri dan dirawat di rumah, hal ini karena ibu saya melarang saya dirawat di rumah sakit karena khawatir makin stress dan drop,”ujar senator perempuan mantan Dirut PDAM Kutim, Jumat (20/11).

Selama ia dirawat di rumah, kondisi kesehatannya berangsur angsur semakin membaik dan tidak menularkan penyakit ini ke orang-orang di rumah dan sekitarnya. Hal ini menurutnya karena orang-orang disekitarnya juga fokus meningkatkan sistem imunitas (kekebalan tubuh) masing-masing, seperti melakukan aktivitas berjemur di pagi hari, olahraga ringan, bercocok tanam di halaman rumah.

“Jadi begini, ketika kita melihat sesuatu, jangan fokus ke orangnya, jadi kekhawatiran kita parno lah ya…akhirnya kita tidak memikirkan keselamatan kita sendiri. Kami lebih menyukai fokus ke diri kita, sehingga kita tidak parno kepada orang yang terkena covid dan fokus memperbaiki diri kita sendiri,” kata Mawar.

Saat menjalani perawatan mandiri, ibu, suami dan saudara mawar tidak mengkhawatirkan kondisi Mawar.

”Iibu saya tidak ketakutan dan stress, mereka fokus meningkatkan sistem imun tubuhnya, akhirnya virus tidak menular ke mereka dan kami bisa sehat semua,” tandasnya.

Dia pun meminta kepada warga Kaltim untuk tetap menjaga disiplin protokol kesehatan 3M seperti sering mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Fokuslah pada diri kita bahwa kita bisa menghentikan penyebaran covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan pada diri kita masing-masing. (Hel)*

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.