Kembali Masuk Zona Merah, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

November 18, 2020 by  
Filed under Berau, Kesehatan

TANJUNG REDEB – Pjs Bupati Berau Ramadhan mengaku prihatin dengan lonjakan kasus Covid19 di Berau. Ia menegaskan kebijakan dan aturan yang telah ditetapkan saat ini bisa ditindaklanjuti melalui langkah-langkah tepat. Sehingga penyebaran covid-19 ini bisa dicegah.

“Tren ini menjadi keprihatinan bersama. Perlu ada langkah untuk mengisolasi penyebaran ini. Kita tidak bisa sendiri, harus ada dukungan dari masyarakat,” tegas Ramadhan saat memimpin rapat didampingi Forkopimda (17/11/2020). Rapat juga dihadiri perwakilan perusahaan, perbankan, camat dan lurah.

Tim Gugus Tugas Penangulangan Covid-19 melakukan rapat evaluasi mengambil langkah-langkah konkret. Hal ini dilakukan menyusul posisi Berau kembali masuk dalam zona merah. Tak tanggung-tanggung, penambahan pasien positif covid-19 melonjak 31 orang dari pekerja tambang. Ramadhan berharap masyarakat harus tetap disiplin menjaga kesehatan. Dengan penambahan tersebut diharapkan kewaspadaan warga semakin ditingkatkan.

“Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama. Seperti pembagian masker di pasar. Sosialisasi 4M juga terus dilakukan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Upaya sudah dilakukan tinggal kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyampaikan, sebelumnya posisi Berau masuk zona kuning. Dengan jumlah pasien dirawat tinggal 23. Sebagian besar pasien ini merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah. “Kemudian ada lonjakan tiba-tiba terjadi, yang awalnya satu pasien dari perusahaah hingga totalnya saat ini 53. Tentu ini harus disikapi serius,” tegasnya. (vb1)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.