Muhajir Buka Data Penerimaan Pasar Petung

September 17, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Penajam – Plt Kepala Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhajir membeberkan hasil data rekapan diterima pihaknya dari Pasar Petung sejak beroperasi dari tahun 2008 hingga saat ini.

Pasar Petung

Muhajir mengatakan, meski dirinya terbilang baru memimpin di BK namun menyikapi belum maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari pasar tersebut.

“Saya bersama teman teman sudah berusaha mengumpulkan semua data yang ada, dan dari hasil pencarian kami selama Pasar Petung beroperasi PAD yang disumbangkan hanya Rp 287 juta,” uangkapnya.

Pendapatan tesebut terbagi dalam beberapa sektor pendapatan, dari royalty, parkir, kebersihan dan PBB.

Muhajir menjelaskan, untuk rinciannya sendiri seperti parkir pihak pasar terakhir menyetorkan di tahun 2016 sebesar Rp 1,8 juta rupiah, sedangkan untuk royalty itu disetorkan terakhir di tahun 2013 sebesar Rp 248 juta rupiah. Sedangkan untuk sampah dan PBB juga mengalami hal serupa.

“Dari total keseluruhan hanya pembagian royalty yang terbilang cukup besar. Iitupun terakhir disetorkan di tahun 2013 berdasarkan data kami,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait penarikan karcis pada para pedagang, Muhajir menyatakan, karcis tersebut bukan dari BK. Sehingga untuk sifatnya pihaknya tidak tahu pasti hanya saja bila berbicara aturan penggunaan karcis tersebut tidaklah benar.

“Kalau soal karcis kami kurang mengetahui, dan kami dapat pastikan karcis tersebut bukan dari BK,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pasar Petung merupakan hasil kerjasama pemerintah daerah dan pihak swasta, dimana untuk lokasi berdirinya Pasar Petung berada diatas lahan milik Pemerintah Daerah Kab. PPU.

Namun sangat disayangkan sejak beroperasi dari 2008 hingga saat ini, pasar perung yang dinilai menjadi pasar sentral di Benuo Taka ini hanya menyumbangkan PAD sebesar Rp 287 juta rupiah. (riadi)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.