Ketua PWI Kutim Apresiasi Rapid Tes Untuk Jurnalis dan ASN

September 10, 2020 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SANGATTA- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kutai Timur (PWI Kutim) Ibnu Juraid mengapresiasi pelaksanaan Rapid Test yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) jurnalis yang tergabung dalam PWI, Staf Protokol Komunikasi Pimpinan dan pegawai Diskominfo Perstik, Kamis (10/9/2020).

Ketua PWI Kabupaten Kutai Timur Ibnu Djuraid (kanan)

Rapid tes dilakukan sebagai bentuk upaya meminimalisir penyebaran COVID-19. Apalagi beberapa jurnalis yan tergavung dalam PWI sempat satu kegiatan dengan Plt Bupati KutimKasmidi Bulang yang dinyatakan positif COVID-19.

Total ada 52 orang yang di Rapid Test guna mendeteksi dini gejala virus Corona tersebut. Rinciannya jurnalis dari PWI 13 orang, dari Diskominfo Perstik 30 orang serta Prokompi 9 orang.

“Kami berterimakasih karena usulan kami (PWI) untuk Rapid Test ditindaklanjuti oleh Pemkab melalui Dinkes Kutim. Bersama dengan para pegawai Pemkab. Semoga hasilnya semua baik-baik saja,” kata Ibnu yang merupakan wartawan IDC Network.

Ibnu berharap Pemkab Kutim bisa meniru Pemprov Kaltim dalam penanganan COVID-19. Yakni melaksanakan swab, agar hasilnya lebih pasti.

“Sekedar saran saja, kalau bisa di swab massal lebih baik dilakukan,” harap Ibnu didampingi Sekretaris PWI Kutim Wardi.

Menurutnya kegiatan pencegahan secara periodik juga baik dilakukan. Seperti penyemprotan disinfektan secara berkala dan berkesinambungan, terutama di instansi pemerintah. Seperti “Gedung Putih” (Kantor Bupati) Pemkab Kutim menjadi pusat pelayanan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa tetap nyaman saat menerima pelayanan selama pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan hasil rapid test ini sehat semua dan non reaktif untuk teman-teman wartawan,” ungkap wartawan bersertifikasi madya hasil uji kompetensi wartawan tersebut.

Usai melakukan rapid test di Aula Kantor Dinas Kominfo Perstik, Ibnu juga tak lupa mengingatkan kepada seluruh wartawan, baik anggota PWI Kutim maupun yang belum, agar bisa terus disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sehingga terhindar bahaya COVID-19 saat tugas liputan di lapangan. Selalu mengenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian menjaga jarak juga selama liputan. Terpenting untuk wartawan yang telah melakukan rapid test tetap melakukan isolasi mandiri sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Untuk kegiatan peliputan sehari-hari, dia menyarankan untuk lebih mengutamakan sistem jejaring. Menghubungi narasumber menggunakan telpon atau komunikasi lainnya untuk mendapatkan informasi.

“Semoga seluruh masyarakat Kutim bisa disiplin mengimplementasikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Warga yang terkonfirmasi positif (COVID-19) disembuhkan. Kemudian Kutim kembali normal tanpa ada penambahan kasus baru, Aamiin,” tutupnya sambil mendoakan. (hms7/hms3)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.