Calon Penumpang Pesawat Gunakan Dokumen Rapid Test Palsu  

August 9, 2020 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Vivaborneo.com, Samarinda, Empat orang calon penumpang pesawat terbang, satu diantaranya anak-anak, terpaksa harus berurusan dengan pihak keamanan bandara dan kepolisian, karena terindikasi memalsukan syarat dokumen rapid test (tes cepat).

Rencananya, ke empat orang tersebut rencananya akan terbang melalui Bandara Aji Pengeran Tumenggung Pranoto Samarinda (APT Pranoto) menuju Surabaya, pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi menjelaskan, pemalsuan dokumen ini tentu saja sangat disayangkan, mengingat potensi penyebaran Covid-19 masih sangat tinggi di Indonesia. Untungnya, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda yang memeriksa jeli dalam kasus ini.

“Petugas lalu melakukan cross check ke rumah sakit dan Puskesmas terkait yang tertera mengeluarkan surat tersebut. Hasilnya, surat tersebut dinyatakan sebagai dokumen palsu. Pihak RS dan Puskesmas tidak menerbitkan surat keterangan hasil rapid test tersebut dan dokumen ditemukenali tidak sesuai format hasil rapid test terbaru,” jelas, Sabtu malam (8/8).

Petugas langsung melakukan validasi dokumen surat keterangan hasil rapid test yang dinilai ada kejanggalan dan mencurigai keabsahan dokumen tersebut.

Kemudian petugas Avsec (keamanan bandara) bersama Polisi KP3U Bandar Udara APT. Pranoto-Samarinda melakukan pemeriksaan kepada empat oknum tersebut untuk dimintai keterangan.

Ke empat calon penumpang tersebut selanjutnya diserahkan ke Polresta Samarinda untuk diproses terkait pemalsuan dokumen. Bahkan Bandara pihak APT Pranoto langsung bersurat kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktur Perhubungan Udara, terkait kasus pemalsuan hasil rapid tes ini.

Karena masalah pemalsuan dokumen ini, mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus berurusan dengan pihak kepolisian pula.(VB/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.