Kaltim Tetapkan Enam Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi

July 29, 2020 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, Samarinda — Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur 2020-2025 telah menetapkan beberapa prioritas pengembangan partiwisata di daerah. 

Dalam Ripparda Kaltim terdahulu ditetapkan sebanyak tujuh obyek wisata berbasis destinasi. Namun kini dalam Ripparda Kaltim tahun 2020-2025 ditetapkan sebanyak tiga Kawasan Strategis Pengembangan Pariwisata (KSPP) dan tiga Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP).

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Dra. Sri Wahyuni, MPP yang mengatakan Ripparda Kaltim tersebut telah melalui review dari rencana sebelumnya.

“Jika dalam Ripparda terdahulu ada tujuh Kawasan Pengembangan Pariwisata diantaranya termasuk existing berbasis teritori atau perbatasan, kini hanya ada enam Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi yang dibagi masing-masing tiga Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi,” jelasnya Rabu (29/7).

Dijabarkannya, dalam tiga Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi pertama meliputi Derawan-Biduk-Biduk dan sekitarnya, Samarinda-Tenggarong-Tanjung Isuy dan sekitarnya, serta Sangkulirang-Mangkalihat dan sekitarnya. Sementara tiga lainnya adalah Samboja-Balikpapan, Penajam-Paser dan sekitarnya, Sangatta-Bontang dan sekitarnya serta Ujoh Bilang-Long Bagung dan sekitarnya.

Jika melihat Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi ini maka seluruh kabupaten dan kota di Kalitm telah masuk dalam rencana pengembangan pariwisata secara terarah dan terintegrasi yang berbasis destinasi.

Review ini dilakukan dengan pertimbangan, telah dimekarkannya Provinsi Kaltim menjadi Kalimantan Utara, penyesuaian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan kesatuan delineasi kawasan pariwisata serta adanya rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Jadi dengan Ripparda Kaltim 2020-2025, kita punya tema wisata masing-masing seperti Derawan-Biduk-Biduk dan sekitarnya untuk pariwisata bahari dan hutan. Sangkulirang-Mangkalihat untuk ekowisata berbasis gua dan karst serta beberapa lainnya ekowisata berbasis sungai dan  hutan,” ujar Sri.

Sementara itu, Dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda, Muhammad Fauzan Noor membenarkan telah dilakukan review pada Ripparda Kaltim karena PermenAr Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan.

“Makanya Kaltim telah melakukan review Ripparda-nya untuk waktu lima tahun 2020 hingga 2025. Kita optimistis dapat lebih fokus dan sesuai dengan tema wisata yang akan dikembangkan,” ujarnya. (VB/Yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.