Paser dan Kukar Status Kuning Pencairan DD 2020

July 28, 2020 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Progres pencairan Dana Desa tahun 2020 terpantau masih belum optimal. Presentase keseluruhan pencairannya masih diposisi 53 persen atau status merah. Dari 841 desa yang tersebar di 81 kecamatan dan 7 kabupaten se Kaltim, baru 840 desa cair tahap pertama dan 450 desa cair tahap kedua.

“Jika dilihat per kabupaten, baru Paser dan Kutai Kartanegara (Kukar) berstatus kuning progres pencairan DD tahun 2020 dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD) masing masing 77,7 persen dan 70,8 persen. Selebihnya lima kabupaten lainnya masih status merah atau persentase 50 persen ke bawah,”sebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, H Muhammad Syitajudin melalui Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaaan (PDKP), Riani Tisnadewi didamping Kasi Pembangunan Desa, Isnawati, Selasa (28/7/2020).

Status kuning dimaksud untuk pencairan DD tahap pertama dan tahap kedua. DD kedua kabupaten tersebut seluruhnya sudah salur masing-masing 40 persen tahap pertma dan 40 persen tahap kedua dari total pagu DD desa 2020. Hanya tinggal DD tahap ketiga sebesar 20 persen dari total pagu DD yang masih dalam proses pencairan.

Lainnya, seperti Berau pencairan tahap pertama 99 desa dan tahap kedua 16 dari 100 desa, Kutai Barat tahap pertama 190 desa dan tahap kedua 76 desa dari 100 desa, Kutai Timur tahap pertama 139 desa dan tahap kedua 16 desa dari dari 139, Penajam Paser Utara tahap pertama 30 desa dan tahap kedua 5 desa dari 30 desa, serta Mahakam Ulu tahap pertama 50 desa dan tahap kedua 5 desa dari 50 desa.

Sedangkan untuk penggunanaannya hingga 27 Juli 2020, dari total pagu DD 2020 Rp899,887 miliar untuk 841 desa baru digunakan sebesar Rp207,088 miliar atau 23 persen. Rinciannya sebanyak Rp94,780 miliar atau 10,5 persen digunakan untuk sapras, dan Rp10,897 miliar atau 1,2 persen untuk non sapras.

Kemudian 11,3 persen untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, yakni Rp2,559 miliar atau 0,3 persen untuk penanggulangan COVID-19 dan Rp98,850 miliar atau 11 persen untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.(AM)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.