Rumput Laut Kering Asal Kaltim Tembus Ekspor Negeri Ginseng

July 16, 2020 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivabborneo.com, Samarinda — Kementerian Pertanian melalui  Karantina Pertanian Samarinda melaporkan rumput laut asal Kaltim tersebut berhasil menembus pasar Korea Selatan untuk pertama kalinya.

Sebanyak 21 ton rumput laut yang telah dikeringkan atau  dried Eucheuma Cottoni Seawed asal Kalimantan Timur bernilai Rp210 juta berlayar ke negeri gingseng, Korea Selatan.

Rumput laut ini nantinya akan diekspor ke Busan, Korea sebagai bahan baku pembuatan bahan makanan, obat-obatan, kosmetik dan lain sebagainya.

“Komoditas perikanan dan kelautan ini kami lakukan tindakan karantina sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Setelah dipastikan sehat dan aman kami terbitkan sertifikat karantina atau phytosanitary certificate,” ujar Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Agus Sugiyono, Kamis (16/7).

Agus mengapresiasi munculnya ragam komoditas ekspor baru asal Kaltim seperti rumput laut kering, bungkil kelapa sawit dan lainnya. Selama ini, Karantina Pertanian Samarinda mencatat fasilitasi ekspor lebih dominan bergerak pada komoditas perkebunan dan kehutanan seperti Plywood atau kayu lapis, Keruing  Vace Veneer, karet dan  Kelapa Sawit.

“Semoga ini memberi angin segar bagi munculnya eksportir-eksportir baru lainnya,” ucapnya.

Diketahui, jika pengeringan rumput laut masih dilakukan secara manual dengan bantuan sinar matahari, mengingat masih dalam jumlah yang sedikit. Pengeringan ini membutuhkan waktu 1-2 jam saat cuaca cerah tergantung  tingkat kadar air yang dikandung.

Pengeringan yang dilakukan, ujar Agus,  dapat meminimalisir kemungkinan masih adanya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada komoditas tersebut. Untuk memastikannya, harus dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan rumput laut tersebut. (VB/Wid)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.