Transmisi Lokal Covid-19, RSUD IA Moeis  Hentikan Pelayanan

July 15, 2020 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan, Samarinda

Vivaborneo.com, Samarinda — Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis (RSUD IA Moeis) Samarinda menghentikan pelayanan kepada masyarakat karena ditemukannya 19 tenaga kesehatan yang Positif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kota Samarinda, Syaharie Jaang memutuskan menutup sementara pelayanan di RSUD IA Moeis, setelah terjadi transmisi lokal yang menginfeksi 19 tenaga kesehatan.

Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Kota Samarinda, Syaharie Jaang memutuskan menutup sementara pelayanan di RSUD IA Moeis dan melakukan Swab tes dan rapid tes secara massal di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

“Saat ini Samarinda telah terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan terus menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan selalu menggunakan masker apabila ke luar rumah,” ujar Syaharie Jaang, pada Selasa (14/7).

Dijelaskan Syaharie Jaang, jika dalam sepekan terakhir, Samarinda mendapatkan kasus Positif yang didominasi oleh warga yang datang dari bepergian ke luar kota. 

“Banyak masyarakat (Kota Samarinda)  yang melakukan perjalanan ke kota-kota yang rawan Covid-19 seperti dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Sehingga kami menghimbau masyarakat untuk dapat melapor ke hotline 112 bila ada keluarga atau tetangga yang datang dari luar Samarinda,” harapnya.

Dijelaskannya, dengan ditemukannya 19 orang tenaga kesehatan di RSUD IA Moeis Samarinda Seberang,  Dinas Kesehatan Kota Samarinda akan fokus untuk memutus rantai penularan virus berbahaya ini.

“Semua tenaga kesehatan yang dinyatakan Positif Covid-19 telah mendapatkan perawatan di RS Karantina Covid-19. Kondisinya cukup baik. Kita berharap semuanya dapat sembuh kembali,” harapnya.(VB/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.