DPMPD Kaltim Monitoring Pengembangan dan Pembangunan Antar Desa

July 8, 2020 by  
Filed under Kalimantan Timur

SENDAWAR  – Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa melalui Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan melakukan monitoring dan evaluasi Pengembangan dan Pembangunan Antar Desa ke Kabupaten Kutai Barat, Rabu 8 Juli 2020.

Monitoring dilakukan Kepala Bidang PDKP Riani Tisnadewi didampingi Kepala Seksi PIDK Akhmad Najhani langsung diterima Kepala DPMK Kutai Barat Faustinus Syaidirahman atau yang akrab di sapa Pak Acay.

Dikatakan Faustinus Syaidirahman, Kutai Barat sudah mempersiapkan daerah yang akan dibentuk untuk kawasan perdesaan.

“Dulu sudah pernah kami lakukan kajian untuk hal tersebut, kajian kawasan tersebut dalam potensi kandang kerbau, rumah sakit pratama dan irigasi, tapi setelah anggaran defisit kegiatan pembentukan kawasan tersebut sempat terhenti,” jelas Faustinus Syaidirahman,

Namun sekarang untuk Kabupaten Kutai Barat sudah membentuk kerjasama antar Kampung di Kecamatan Muara Pahu bekerjasama dengan Pertamina membentuk Pertashop.

Kerjasama antar Desa tersebut dalam bidang jual beli elpiji untuk beberapa kampung yang terdapat di Kecamatan Muara Pahu.

Kampung yang menjalin kerjasama antar kampung antara lain Kampung Tanjung Laong, Kampung Teluk Tempudau, Kampung Muara Baroh, Kampung Sebelang, Kampung Tanjung Pagar, Kampung Tepian Ulaq, Kampung Dasaq, Kampung Jerang Melayu, Kampung Jerang Dayak, Kampung Mendung, Kampung Gunung Bayan dan Kampung Muara Beloan seluruhnya terdapat di Kecamatan Muara Pahu.

“Mereka membentuk Badan Usaha Milik Kampung Bersama (BUMKamBersama) dengan nama Raden Baroh Mandiri. Dengan unit usaha bekerjasama dengan Pertamina untuk penjualan Tabung Elpiji,”katanya.

Selain menjual elpiji Bumkambersama tersebut juga menjalin kerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) DAMRI yang bergerak dalam Penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang untuk rute trayek Samarinda – Muara Pahu (PP).

“Sebenarnya Kerjasama antar Desa ini sudah ingin diluncurkan Bupati, tapi keadaan pandemi COVID-19 ini memaksa kami untuk menunda pelaksanaan hal tersebut,” ucap Chay.

“Dana yang digunakan saat ini adalah dana ex-PNPM karena masih aktif sampai sekarang. Untuk Dana Desa bergulir akan kami alokasikan untuk tahun 2021,” tambah Agung Wibowo Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa.

Apabila Muara Pahu ini berhasil maka akan menjadi percontohan kerjasama antar Kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat ini, dan semoga bisa juga di tambah dengan pendamping kawasan perdesaan sehingga Koordinasi dengan Pemerintah Pusat semakin cepat dan bantuan pun bisa masuk ke Kabupaten Kutai Barat. (AM)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.