Pelebaran SKM Dinilai akan Selamatkan Warga dari Langganan Banjir

June 30, 2020 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Vivaborneo.com, Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda sedang melebarkan alur Sungai Karang Mumus sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan ribuan warga yang bermukim di bantaran sungai saat banjir.

Saat ini pengerjaan pelebaran sungai dilakukan di segmen belakang Pasar Segiri. Kini Pemkot Samarinda dikejar deadline untuk menyelesaikan relokasi 234 bangunan rumah di atas tanah milik pemerintah di kawasan RT 28.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan kalau kondisi luasan badan Sungai Karang Mumus saat ini sudah sangat memprihatinkan. Karena lebar sungai yang ada sekarang sudah tidak sesuai dengan lebar sungai aslinya.

“Idealnya lebar sungai itu harusnya mencapai 40 meter, tapi kondisi saat ini hanya kisaran 25 meter saja,” kata Sekda, saat memimpin rapat ini pada Selasa (30/6).

Jadi sambung dia, tak heran jika imbasnya ada sebanyak 59.000 Kepala Keluarga harus menjadi langganan  korban banjir setiap tahunnya jika intensitas curah hujan yang cukup tinggi  dan pasang air sungai.

Direncanakan mulai bulan Juli  proyek pembangunan pemasangan pagar di bibir sungai sudah mulai dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan.

“Jadi kalau ada yang bilang pembongkaraan nanti tidak memperhatikan kondisi ekonomi warga disaat menghadapi  masa pandemi Covid-19, saya pikir sangat tidak relevan. Karena kami juga harus memikirkan nasib 59.000  warga yang menjadi langganan kebanjiran setiap lebaran Idul Fitri, bahkan mereka juga bisa dikatakan korban pandemi Corona di Samarinda kemarin,” kata Sugeng.

Selanjutnya, Pembongkaran bangunan rumah di SKM  Senin nanti sudah menjadi harga mati. Dan memang menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi  masalah banjir di Samarinda dengan melakukan pelebaran badan sungai Karang Mumus di segmen Pasar Segiri.

“Apalagi ini tahun terakhir pak Wali menjabat, jadi setidaknya kebijakan beliau untuk serius menanggulangi masalah banjir tidak dipandang sebelah mata. Lagi pula mereka yang berpuluh-puluh tahun  tinggal di atas tanah pemerintah sudah cukuplah kita kasih kelonggaran. Jadi saatnya sekarang mereka kembali memberikan kontribusi kepada pemerintah dengan bersedia membongkar bangunannya dan pindah ke tempat yang lebih layak,” harapnya.(VB/Wid/*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.