Kupang, Palu dan Gorontalo Pasok Sapi ke Samarinda 

June 15, 2020 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, Samarinda — Kota Samarinda mendatangkan sapi pedaging untuk memasok kebutuhan konsumsi daging bagi warganya. Tiga kota tercatat sebagai pemasok sapi ini yaitu Kupang, Nusa Tenggara Barat, Palu  Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Dalam catatan karantina dilaporkan, sejak akhir Mei hingga pertengahan Juni 2020, sapi potong dari kota lain ke Samarinda mencapai  2.699 ekor.

Sementara di tahun 2019, tercatat 260 kali pengiriman dengan total sebanyak 24.626 sapi potong. 

“Serangkaian tindakan karantina untuk sapi yang masuk ke Samarinda kami lakukan untuk memastikan kesehatan dan keamanannya,” kata Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Sugiyono saat melakukan monitoring masuknya 547 sapi potong asal Kupang di Pelabuhan Samarinda, pada Kamis lalu.

Menurut Agus, komoditas asal subsektor peternakan ini telah diperiksa di kota asal, meskipun demikian pejabat karantina Samarinda tetap melakukan tindakan karantina pemeriksaan untuk memastikan sapi tersebut sehat dan bebas dari hama penyakit hewan karantina (HPHK).

“Tidak dipungkiri bahwa daging sapi merupakan suatu kebutuhan pangan yang perlu dijaga kestabilannya mengingat kesediaan daging sapi. Tentunya daging sapi berasal dari sapi yang terjamin kesehatannya sehingga menghasilkan daging yang aman dikonsumsi,” ujar Agus dalam rilis yang diterima Sabtu (13/6).

Menurut Agus, komoditas asal sub sektor peternakan ini telah diperiksa di kota asal, meskipun demikian pejabat karantina Samarinda tetap melakukan tindakan karantina pemeriksaan untuk memastikan sapi tersebut sehat dan bebas dari hama penyakit hewan karantina (HPHK).

“Konsumsi daging sapi merupakan suatu kebutuhan pangan yang perlu dijaga kestabilannya mengingat kesediaan daging sapi. Tentunya daging sapi berasal dari sapi yang terjamin kesehatannya sehingga menghasilkan daging yang aman dikonsumsi, tambah Agus.(VB)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.