RSUD Kudungga Sangatta Sudah Bisa PCR/Swab Tes

May 27, 2020 by  
Filed under Kesehatan

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta Kutai Timur (Kutim) kini mampu melakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus COVID-19 atau corona. Hanya dalam waktu satu sampai dua hari, petugas medis akan mampu menentukan status ODP/PDP terkonfirmasi  Positif COVID-19 atau tidak. Diketahui selama ini pemeriksaan swab di Kutim hanya dilakukan di tiga laboratorium, yakni Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Direktur RSUD Kudungga Sangatta dr Anik Istiyandari

“(Alat itu) sudah kami fungsikan sejak hari Minggu (24/5/2020), kita mulai running, kita coba dan sekarang ini sudah bisa digunakan,” ujar Direktur RSUD Kudungga Sangatta dr Anik Istiyandari di halaman Rujab Bupati Kutim, Rabu (27/5/2020) pagi.

Ia menerangkan sudah sekitar 12 pasien yang diuji menggunakan alat itu. Hasilnya baru bisa keluar sehari sampai dua dari dahulu. Sebab, pemeriksaan itu pastinya ada proses dari laboratorium.

“Ya, bersyukur tidak lebih lama menunggu  hasilnya seperti mengirim ke luar daerah,” katanya.

Untuk SDM dalam mengoprasikan alat tersebut, ia mengatakan sudah cukup berkompetensi dan jelas sudah dilatih. Menurut Anik nantinya semua pasien yang sudah dirawat di RSUD Kudungga Sangatta bakal dites ulang melalui alat PCR yang sudah bisa digunakan dan berdasarkan rekomendasi dokter spesialis paru-paru. Sebelum adanya alat PCR itu, Anik menjelaskan mengaku kesulitan dalam mendapatkan alat polymerase chain reaction (PCR). Kemudian cartridge-nya pun baru dapat di kirim, itulah sebab masalahnya. Dan kasus ini masih baru tentu tidak semudah itu memproleh alat tersebut.

“Dalam sehari dapat melakukan pengecekan 12 sampai 15 orang (menggunakan alat PCR). Kedepan alat ini hanya butuh pengadaan cartridge-nya saja,” ujarnya.

Terkakhir, jika ingin melakukan pemeriksaan menggunakan alat PCR ini, Anik mengatakan biayanya sekitar Rp 360 ribu sampai Rp 400 ribu untuk sekali periksa. Menurutnya harga segitu pas untuk menentukan hasil diagnosa pada saat pandemi COVID-19 ini. Dan pemeriksaan ini  jelas lebih valid.

“Dengan adanya ini (alat PCR/Swab), tentu rumah sakit bisa cepat mengetahui dan cepat mengisolasi mereka supaya penularan itu bisa terputus. Tidak terkendala dengan waktu yang lama menunggu hasil yang dikirim dan menimalisir beberapa kesalahan,” tutupnya.(hms7)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.