Tiga Perusahaan Bangun Industri Metanol Senilai Rp 30 Triliun di Bengalon

May 19, 2020 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA-Dilansir dari Bisnis.com, jika tiga perusahaan yang bergerak di bidang metanol yaitu PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Ithaca Resources, dan Air Products akan membangun pabrik industri metanol senilai US$2 miliar atau mencapai Rp 30 triliun jika diestimasikan kurs Rp 15.000 per dolar AS.

Hal ini berdasarkan kontrak jangka panjang tersebut, batu bara yang dipasok dari tambang milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Ithaca Resources kemudian diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksikan menjadi metanol dan dipasarkan di Indonesia.

Bupati Ismunandar saat melakukan video teleconference bersama pihak perusahaan terkait di Ruang Diskominfoperstik Kutim. Foto: Wahyu Tejo

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar menyatakan pihaknya sangat terbuka menerima investasi dari manapun asalkan bertanggungjawab. Masuknya investor tiga perusahaan di Kutim ini akan mampu meningkatkan geliat industri di kawasan pesisir Kutim.

“Ini akan menambah pertumbuhan kegiatan industri di Bengalon. Tentu kita harapkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Yang sebentar lagi berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Saya harap perusahaan bisa mengakomodir atau melibatkan tenaga kerja lokal di Kutim bisa bekerja,” ucap Ismu saat melakukan video conference bersama pihak perusahaan terkait di Ruang Diskominfoperstik, Senin (18/5/2020).

CEO PT Bakrie Capital Indonesia Adika Nuraga Bakrie mengatakan proyek yang diklaim mampu memproduksi 2 juta ton metanol per tahun ini diharapkan onstream di 2024.

Ke depannya, industri metanol akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) secara signifikan dan pada akhirnya akan mengurangi tekanan pada mata uang rupiah.

“Proyek ini menjadi momentum memfokuskan sekaligus mengembangkan industri yang selama ini menjadi tulang punggung grup kami. Ini juga merupakan momen berkembangnya Batuta Chemical Industrial Park untuk lebih maju lagi di masa depan,” kata Adika Bakrie, dikutip dari rilis pers, Jumat (15/5/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Ithaca Resources Agoes Projosasmito mengatakan bahwa pengembangan industri hilir batubara yang mengangkat nilai produk batubara berkalori rendah ini sejalan dengan visi Presiden RI Joko Widodo.

“Batubara akan diposisikan sebagai raw material penting dalam memproduksi produk industri turunan bernilai tinggi,” ujar Agoes.

Senada, melalui pernyataan persnya, Chairman, Presiden sekaligus CEO Air Products Seifi Ghasemi pun mengungkapkan pihaknya bangga dapat turut terlibat dalam proyek gasifikasi skala dunia.

“Tentu kami siap untuk mengerahkan segenap modal, teknologi, dan keahlian operasional yang kami miliki, demi membantu Indonesia memenuhi tujuan-tujuan penting ini,“ ungkapnya.

Terakhir, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan merasa bangga karena dikaitkan dengan proyek strategis tersebut. Proyek ini merupakan prioritas nasional untuk menggantikan bahan bakar impor yang lebih mahal.

“Bumi Resources akan menjadi pemasok batu bara untuk proyek metanol tersebut dengan kontribusi 6 juta ton per tahun,” tutupnya

CEO PT Bakrie Capital Indonesia Adika Nuraga Bakrie mengatakan proyek yang diklaim mampu memproduksi 2 juta ton metanol per tahun ini diharapkan onstream di 2024.

Ke depannya, industri metanol akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) secara signifikan dan pada akhirnya akan mengurangi tekanan pada mata uang rupiah.

“Proyek ini menjadi momentum memfokuskan sekaligus mengembangkan industri yang selama ini menjadi tulang punggung grup kami. Ini juga merupakan momen berkembangnya Batuta Chemical Industrial Park untuk lebih maju lagi di masa depan,” kata Adika Bakrie, dikutip dari rilis pers, Jumat (15/5/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Ithaca Resources Agoes Projosasmito mengatakan bahwa pengembangan industri hilir batubara yang mengangkat nilai produk batubara berkalori rendah ini sejalan dengan visi Presiden RI Joko Widodo.

“Batubara akan diposisikan sebagai raw material penting dalam memproduksi produk industri turunan bernilai tinggi,” ujar Agoes.

Senada, melalui pernyataan persnya, Chairman, Presiden sekaligus CEO Air Products Seifi Ghasemi pun mengungkapkan pihaknya bangga dapat turut terlibat dalam proyek gasifikasi skala dunia.

“Tentu kami siap untuk mengerahkan segenap modal, teknologi, dan keahlian operasional yang kami miliki, demi membantu Indonesia memenuhi tujuan-tujuan penting ini,“ ungkapnya.

Terakhir, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan merasa bangga karena dikaitkan dengan proyek strategis tersebut. Proyek ini merupakan prioritas nasional untuk menggantikan bahan bakar impor yang lebih mahal.

“Bumi Resources akan menjadi pemasok batu bara untuk proyek metanol tersebut dengan kontribusi 6 juta ton per tahun,” tutupnya. (*hms/13)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.