Ramadan dan Idulfitri, BI Kaltim Siapkan Rp2,6 Triliun

May 13, 2020 by  
Filed under Daerah

Samarinda – Selama Ramadan dan menyambut Idulfitri, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur telah menyiapkan kebutuhan uang masyarakat melalui perbankan sebanyak Rp2,6 triliun

Dibandingkan tahun 2019 lalu, terjadi penurunan sebesar 2,53 persen (YoY). Prakiraan kebutuhan uang itu, sudah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan perbankan di Samarinda.

“Prakiraan tersebut juga telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan perbankan di Samarinda serta bebera Kas Titipan BI di Kutai Timur, Berau dan Kutai Barat,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono, dalam keterangan tertulis Selasa (12/5/2020).

Dikatakan, untuk penukaran uang tunai saat ini dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan covid-19. Perbankan melayani penukaran dengan menyediakan hand sanitizer atau air di sekitar penukaran dan ATM. Selain itu, Bank Indonesia juga melayani penukaran uang baru kepada lembaga atau instansi.

“Sebelum diedarkan, uang baru tersebut telah melalui karantina minimal selama 14 hari,” kata Tutuk.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19, pelayanan kas keliling Bank Indonesia, dan penukaran uang bersama perbankan ditiadakan.

Bank Indonesia juga mengimbau dan mendorong masyarakat beralih menggunakan pembayaran non tunai yang saat ini semakin mudah dan murah.

Beberapa kebijakan yang telah dilakukan antara lain membebaskan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen sampai dengan September 2020, mengembangkan fitur QRIS tanpa tatap muka, menurunkan biaya System Kliring Nasional BI (SKNBI) menjadi Rp1serta melonggarkan kebijakan kartu kredit dengan menurunkan batas maksimum suku bunga menjadi 2 persen dan pembayaran minimum menjadi 5 persen dan denda keterlambatan menjadi 3 persen. (*/wd)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.