Kluster Gowa Sumbang Penularan Virus Korona di Kaltim

April 23, 2020 by  
Filed under Berita

Vivaborneo.com, Samarinda, Pasien terkonfirmasi Positif virus korona atau Covid-19 di Kalimantan Timur hingga Rabu, 22 April 2020 berjumlah 69 orang. Dari jumlah terkonfirmasi Positif ini, hampir separuhnya adalah dari Kluster Gowa, yang memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, penyumbang penyebaran pasien terkonfirmasi Positif berasal dari kegiatan Tabliq Akbar Ijtima Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan atau yang dikenal dengan Kluster Gowa. Ini membukikan bahwa virus ini dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya diantara jamaah yang hadir saat itu.

“Hingga Rabu, 22 April 2020, peserta yang berhasil di tracing oleh teman-teman di kabupaten/kota berjumlah 749 orang, dengan rincian terkonfirmasi Positif sebanyak  30 orang, Orang Dalam Pemantauan sebanyak 154 orang dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 57 kasus serta Orang Tanpa Gejala sebanyak 17 orang,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, saat rilis harian penyebaran Covid-19 di Kaltim, Rabu (22/4).

Saat ini dari 69 orang yang terkonfirmasi Positif virus korona, hampir separuhnya berasal dari kluster Gowa. Begitupun dengan pasien yang berstatus PDP, rata-rata kasusnya merupakan orang yang berasal dari perjalanan ke Gowa.

Saat ini terdapat sebanyak 401 kasus PDP dimana peserta Ijtima Gowa dapat dipastikan ada di setiap kabupaten dan kota, terkecuali Kabupaten Mahakam Ulu.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, penularan virus Korona terbanyak berasal dari kluster Gowa. Pun di Samarinda, dan kota-kota lainnya di Kaltim.

Saat ini baru terdata sebanyak 749 orang yang memiliki perjalanan dari Gowa. Dari hasil tersebut 30 orang dinyatakan Positif virus korona dan 57 orang masuk dalam PDP. Padahal, jumlah peserta Ijtima Zona Azia pada 19-22 Maret lalu, yang beredar di media sosial jumlahnya mencapai 1.642 orang.

“Kami mengharapkan para peserta yang memiliki riwayat perjalanan saat mengikuti Ijtima di Gowa untuk dapat melaporkan diri untuk didata. Diperlukan kejujuran dan kesadaran agar virus Covid-19 ini agar tidak menyebar terlalu luas di masyarakat,” ucap Andi.(*/foto:makassar.tribunnews.com)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.