Perumdam Tirta Kencana Samarinda Kembali Kuras IPA Gunung Lingai dan Selili

April 19, 2020 by  
Filed under PDAM Samarinda

Samarinda – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda akan melakukan pengurasan IPA Gunung LIngai dan IPA Selili. Pengurasan ini merupakan jadwal rutin yang dilakukan setiap 3 bulan.

Direktur Teknik Ali Rachman AS didampingi Kepala Bagian Produksi Hadinata Eka Putra melalui Humas HM Lukman menyampaikan, pengurasan dijadwalkan pada pukul 08.00 hingga 13.00 Wita.

Pengurasan IPA Gunung LIngai dijadwalkan Senin (20/4/2020)dilanjutkan IPA Selili pada hari Selasa (21/4/2020).

Pengurasan di IPA Gunung Lingai wilayah yangbteedampak aliran terganggu diantaranya Jalan Lingai, wilayah Lempake, Jalan Kebon Agunh, Jalan DI Panjaitan, Jalan Mugirejo, Perum Artas, Jalan Damanhuri, Jalan Sentosa Dalam, Perum Griya Mukti Sejahtera, Perum Citra Land dan sekitarnya.

Sementara ntuk pengurasan di IPA Selili aliran yang terganggu di wikayah Jalan Lumba Lumba, Jalan S Alimudin, Perum Kalimanis, Sei Kapih, Sei Kerbau , Jalan Rapak Majamh, Jalan S Sulaiman, Perum Ariesco, Perum Puri Kencana, Perum Sambutan Asri, Jalan Pelita 1,2, 3 dan 4, Jalan Damai, Perum Unmul, Jalan Rumbia dan sekitarmya.

“Dihimbau kepada masyarakat pelanggan di wilayah tersebut diatas bisa menampung air sebagai persediaan, karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi alami gangguan,” terangnya.

Sebagai info biasanya dialiran pertama pasca pengurasan dan saat dialirkan akan terjadi kekeruhan karena endapan lumpur dalam pipa akan terbawa arus, namun jika air dalam pipa penuh dan aliran normal akan jernih dengan sendirinya.

Untuk informasi dan pelaporan bisa hubungi hotline kami di 0541-2088100 atau Chat WA ke 0811553536 dan 0811552226. (Luk).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.