Pelabuhan Liem Hu Djung Nunukan Dijaga Ketat Satgas Pamtas

April 1, 2020 by  
Filed under Daerah

Vivaborneo.com,  Nunukan – Satuan Tugas  Pengamanan Perbatasan  (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 600/Modang (Mdg) perketat pintu masuk Pelabuhan Liem Hu Djung sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Corona  (Covid- 19), di KAbupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Bersama instansi pemerintah dan lapisan masyarakat , anggota TNI ini menggunakan alat deteksi  khusus untuk mengukur suhu tubuh setiap orang termasuk personil yang hendak masuk menuju Nunukan.

Komandan Satgas Letkol Inf Ronald Wahuyudi, S.E.,M.Tr (Han) mengatakan, pemeriksaan akan  terus dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19 yang sangat membahayakan tersebut.

Pengamanan ini bertujuan memberikan rasa aman masyarakat dari penyebaran virus corona yang kini menjadi penyakit pandemo dunia.

“Bagi yang mau masuk wilayan Nunukan tentunya wajib cek suhu badannya, kemudian cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir, serta menerapkan antrean dengan saling menjaga jarak,” ujar Ronald yang merupakan Dansatgas Yonif Raider 600/Mdg.

Selanjutnya Dansatgas mengatakan, bagi setiap personel yang melaksanakan tugas sebagai piket di tempat pelaksanaan pengecekan harus benar-benar mewaspadai setiap warga yang masuk ataupun berkunjung ke wilayah Nunukan.

“Jika ada orang yang terdeteksi dengan gejala awal mirip virus corona, maka petugas wajib melaporkan dan berkoordinasi hingga merujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Pelabuhan Liem Hu Djung adalah Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) internasional antara Kabupaten Nunukan dan Kota Tawau, Sabah, Malaysia.  Selain melayani penumpang, pelabuhan ini juga melayani pelayaran kapal-kapal pengangkut barang, baik dari Tawau maupun sebaliknya dari Nunukan.(YUL)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.