Harga Gula Naik, Wali Kota Samarinda Akan Lakukan Operasi Pasar

March 31, 2020 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Jika dalam beberapa pekan ini dan stok di distributor sudah berdatangan, harga gula masih tinggi, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang akan mengkaji untuk melakukan operasi pasar langsung ke RT-RT seperti tragedi bawang putih tahun lalu.

“Kita akan kaji ini kalau memang tidak mau turun. Info dari distributor memang dari Jawa sudah mahal. Tapi kita akan melakukan investigasi dan melakukan langkah-langkah agar bisa menekan harga gula,” ucap Walikota seusai inspeksi mendadak (sidak) sembako di pergudangan bersama unsur Forkopimda, Senin (30/3/2020) siang.

Tampak dalam sidak sembako itu Dandim Samarinda Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo M.Sc, unsur Kejaksaan Negeri, Polresta, dan unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda.

Sebagai pemegang tropi penghargaan TPID dari presiden RI, Jaang tentunya tak ingin kenaikan gula ini berlarut-larut, sehingga meminta dukungan dari Dandim dan Kapolresta.

“Kami juga kaget mendengar tingginya harga gula curah. Di distributor aja sudah Rp 850 ribu lebih perzak atau Rp 16 ribuan per kilo. Di pengecer sampai Rp 19.500. Tapi stok masih ada bahkan yang dalam perjalanan juga segera tiba,” ungkap Jaang.

Memang dalam sidak tadi di gudang Bulog beras aman hingga 4-5 bulan kedepan sementara gula kosong dan dalam perjalanan sebanyak 5.000 ton.

Sedangkan di UD Dermaga beras stok mencukupi hingga 1 minggu sebanyak 219 ton lebih dan dalam perjalanan sebanyak 288 ton. Sedangkan gula stoknya 400 ton dan akan segera masuk di minggu pertama April sebanyak 250 ton.

Artinya lanjut Jaang melihat sidak ini kesiapan pangan di kota Samarinda masih cukup.

“Untuk kenaikan harga di beras tidak ada. Harga gula tadi akan terus kita pantau. Insya Allah warga jangan panik dan menimbun,” pungkas Jaang. (*/don)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.