Melon Bupati Kutim Terjual Rp 1,5 Juta

March 18, 2020 by  
Filed under Agrobisnis

TELUK PANDAN – Bupati Kutim H Ismunandar ketika melakukan kunjungan kerja ke kecamatan Teluk Pandan, Selasa (17/3/2020) juga melakukan panen melon di lahan kelompok tani Sumber Pangan, desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan.

Bupati H Ismunandar membelah melon yang telah dilelang terjual Rp 1,5 juta

Usai memetik melon dan ditimbang seberat 3 kg, kemudian pihak panitia melakukan lelang dan laku senilai Rp 1,5 juta. Setelah lelang selesai melon dibelah dan dibagikan ke petani dan tokoh yang hadir.

Hadir pada acara panen melon itu antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suroto, anggota DPRD Kutim Joni, sejumlah Kepala SKPD, Camat Teluk Pandan Amir, kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan undangan lainnya serta para petani.

Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, petani melon dan semangka diharapkan bisa kaya dengan hasil produksi pertaniannya. Jika semua petani bisa aktif dan kreatif dalam menanam semangka dan melon bisa kaya.

“Tanah yang ada jangan diangguri atau ditelantarkan, harus dimanfaatkan dan ditanami dengan maksimal, sehingga bisa menghasilkan bagi masyarakat sendiri,” kata Bupati Ismunandar.

Orang nomor satu di Kutim ini juga meminta kepada stakeholder yang ada, seperti PT Indominco Mandiri dan perusahaan lain untuk membeli buah hasil pertanian petani setempat.

Dikatakan, apabila hasil panen melon sekitar 40 ton dan harga jual sekitar Rp 5.000 per kg, maka bisa menghasilkan omset sebesar Rp 200 juta. Jika dipotong biaya produksi sebesar Rp 40 juta dan upah tenaga kerja lima orang masing-masing Rp 20 juta selama tiga bulan, masih ada keuntungan Rp 100 juta.

Hal ini menunjukkan pertanian masih menjanjikan bagi masyarakat. Apabila dikelola dengan betul dan serius, bakal meningkatkan perekonomian masyarakat. (*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.