PDAM Kutim Tak Kendurkan Kinerja

February 25, 2020 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA- Sukses mengaliri air bersih untuk masyarakat di 18 kecamatan se-Kutim, PDAM Tirta Tuah Benua Kutim tak lantas mengendurkan semangat kerja. Dengan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) terpasang 600 liter perdetik, progres pelayanan air bersih oleh PDAM Kutim terus ditingkatkan.

“Kinerja dan semangat kerja kami tak menurun. Terbukti, per 24 Februari 2020, cakupan pelayanan (air bersih PDAM Kutim) menurut perkotaan mencapai 81,12 persen dan perdesaan perdesaan 45,55 persen. Jumlah desa sebanyak 43 desa dan kecamatan terlayani 18 kecamatan,” kata Direktur PDAM Kutim Suparjan.

Suparjan menegaskan bahwa cakupan pelayanan yang sudah 18 kecamatan memang belumlah maksimal. Maka dari itu, kendati pelayanan sudah menyentuh 18 kecamatan, saat ini pihaknya membagi fokus pada peningkatan pelayanan ke pelanggan. Meningkatkan jumlah sambungan langganan, hingga nantinya jumlah warga di desa-desa di kecamatan lebih banyak yang menikmati air bersih PDAM. Parjan, sapaan karib Suparjan optimis, secara bertahap jumlah penduduk ratusan ribu jiwa bakal menikmati air bersih.

“Saat ini jumlah penduduk di wilayah pelayanan teknis yang mencapai 242.935 jiwa, baru terlayani 159.407 jiwa melalui 29.142 unit sambungan langganan,” jelas Parjan lagi.

Artinya, cakupan pelayanan teknis PDAM Kutim, se-kabupaten sudah mencapai 65,62 persen. Khusus Kecamatan Sangatta Utara, bahkan cakupan pelayanan teknisnya sudah menyentuh 87,88 persen. Parjan berharap dukungan Pemkab Kutim melalui kebijakan Bupati Kutim H Ismunandar tak kendur demi peningkatan layanan air bersih ini. Termasuk pada stakeholder dan masyarakat diharapkan terus mendukung kinerja PDAM Kutim agar lebih baik dimasa datang. (*/hm3)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.