Pembelajaran Aktif dan Budaya Baca Dikenalkan pada Guru di Paser

February 23, 2020 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Vivaborneo.com, Tanag Grogot – Pelatihan praktik pembelajaran aktif dan budaya baca untuk guru dan  kepala sekolah tingkat SMP di Tanah Grogot, Kabupaten Paser berlangsung dalam dua angkatan yaitu pada 22-24 Februari dan 26-28 Februari.

Acara ini diselenggarakan Tanoto Foundation dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Paser, Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, dan Kementerian Agama Kabupaten Paser.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser Ema Hermani saat membuka pelatihan gelombang pertama menekankan agar guru berjalan pada ranah pembelajaran walaupun ada beban administratif.

“Guru seyogyanya terus pada wilayah pembelajaran. Sehingga peningkatan kapasitas sangat diperlukan. Selain kapasitas guru, saya mendukung adanya interaksi pada semua tingkat dan menyeluruh,” kata Erma.

Ditambahkannya,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengajak kelas untuk berdiskusi. Bukan hanya mendengar, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

“Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan,” pesan Nadiem Makariem, yang dikutip Ema.

Beberapa sekolah mitra yang terlibat dalam kegiatan ini  yaitu SMP Negeri 3 Tanah Grogot, SMP Negeri 7 Tanah Grogot, SMP Negeri 8 Tanah Grogot, SMP Negeri 3 Kuaro, MTs Babusssalam Tanah Grogot, MTs Al Ihsan Tanah Grogot, SMP Negeri 1 Pasir Belengkong, SMP Negeri 2 Pasir Belengkong. Pada gelombang pertama, hadir sebanyak 40 peserta.

Pada dua hari pertama, pelatihan memberikan materi pembelajaran aktif, bagaimana mengembangkan pertanyaan atau tugas pada lembar kerja, pengelolaan lingkungan belajar, dan mengembangkan budaya baca. Di hari ketiga, para guru berpraktik mengajar untuk mencoba menerapkan hasil pelatihan.

Pembelajaran aktif ini melibatkan guru dan murid untuk menerapkan aspek MIKIR, yaitu mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Dalam menerapkan ini, guru menstimulasi kelas dengan pertanyaan tingkat tinggi. Pertanyaan ini membantu para siswa-siswi untuk berpikir kritis.

Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan pembahasan rencana tindak lanjut yang akan dijadikan persiapan untuk menerapkan aspek pembelajaran MIKIR di kelas masing-masing.

“Para peserta aktif ikut kegiatan, antusias dan berpartisipasi penuh. Para peserta menanggapinya dengan positif karena aspek pembelajaran MIKIR ini mudah diterapkan dan tidak merubah kurikulum 2013, justru membuat menyenangkan. Aspek pembelajaran MIKiR yang diusung Tanoto Foundation merupakan langkah awal untuk mengubah gaya pembelajaran di Kabupaten Paser,” ungkap Dewi, fasilitator daerah mitra Tanoto Foundation.(*)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.