Tim Penyidik KPK Periksa Jembatan ATJ di Melak Kubar

February 13, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendatangi Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ), yang berada di Kampung Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar), Rabu (12/2/2020).

Kedatangan tim penyidik KPK ini tujuannya mengecek fisik dari kondisi jembatan yang sedang mangkrak beberapa tahun dan terindikasi korupsi.

Tim penyidik KPK tiba di bandara Melalan Melak,Kubar sekira pukul 10.30 Wita, dengan mengendarai mobil carteran sendiri langsung menuju lokasi jembatan.

Di lokasi anggota berbagi tugas mendatangi jembatan ATJ yang kondisinya belum selesai. Usai keliling meninjau jembatan tim KPK kembali menuju Kantor Inspektorat dan melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor PT. Waskita.

Usai pertemuan dengan PT Waskita yang tanpa melibatkan pejabat pemda, anggota tim penyidik KPK langsung keluar menuju mobil carterannya tanpa mengindahkan puluhan wartawan yang menunggu berjam-jam untuk wawancara.

R.B Bely Dj.W

Kepala Inspektorat R.B Bely Dj.W saat ditemui wartawan usai menemani tim KPK mengatakan, kedatangan tim KPK hanya untuk meminjam tempat saja untuk melaksanakan solat dan sekaligus pertemuan sama PT. Waskita.

“Mereka hanya pinjam tempat saja kesini. Saya dan pak Sahadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) tidak boleh masuk ke dalam ruangan, ” ujar Bily.

Dikatakan Bily, untuk saat ini mereka belum melibatkan orang pemda untuk diperiksa. Hanya pihak PT. Waskita saja yang diperiksa. Semuanya yang ada diluar tidak ada yang boleh masuk kedalam ruangan, kecuali 8 orang dari PT. Waskita dan 6 orang anggota KPK yang ada didalam ruangan.

“Jadi mohon maaf kepada teman – teman wartawan hanya itu yang bisa saya sampaikan, karena kami memang tidak tau apa yang mereka bicarakan di dalam,” ungkapnya. (arf).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.