Komisi III DPRD Balikpapan Tinjau Rumah Ibadah Yang Rusak

December 11, 2019 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan – Komisi III DPRD Kota Balikpapan meninjau langsung lokasi Langgar Al-Ikhlas yang mengalami retak dan di kilometer 10, RT 20, Karang Joang, Balikpapan Utara pada Selasa (10/12/2019). Langgar Al-Ikhlas tersebut lokasinya berdekatan dengan proyek pembangunan jalan tol.

Tinjauan dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan Ali Munsyir Halim didampingi Taufik Qul Rahman, Fadilah dan Amin Hidayat didampingi Lurah Kariangau Aryana, pengurus Langgar Al Ikhlas RT 20 Kelurahan Kariangau.

Pengurus Langgar Al-Ikhlas Fauzi mengatakan, retaknya langgar terlihat pada sisi kanan bangunan. Pada sisi kanan bangunan terdapat proyek pemasangan gorong-gorong yang pengerjaannya belum rampung atau belum disemenisasi. Akibat lambatnya pengerjaan, mengakibatkan kontur tanah bergerak dan mengakibatkan pergeseran pondasi bangunan langgar.

“Itu turun karena gorong-gorong itu lama nganggur. Akibatnya tanah mengarah ke gorong-gorong, akhirnya turunlah tanah. Padahal langgar ini baru terbangun enam bulan,” ujar Fauzi.

Dalam sidak tersebut juga terungkap bahwa langgar Al-Ikhlas berdiri atas bantuan dari PT Wika, selaku pemenang proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda. Sebelum dibangun Langgar Al-Ikhlas, pada lokasi proyek sebelumnya terdapat masjid yang berdiri diatas lahan perbatasan RT 19 dan RT 20. Namun masjid tersebut terpaksa dihancurkan karena terkena proyek jalan tol. Sebagai kompensasinya, kata Fauzi, PT Wika serahkan bantuan dana sebesar Rp 500 juta agar warga sekitar bisa membangun masjid yang baru.

“Kebetulan disekitar sini ada tanah kosong dan warga sini inginkan punya Musalah jadi kita bangun sendiri, dapat Rp 200 juta RT 19 juga bangun sendiri dapat lebih besar Rp 300 juta Itu penggantian langgar yang terkena tol dulu,” jelas Fauzi.

Sebelum mengadu ke DPRD, Fauzi mengaku sudah menghubungi PT Wika terkait kerusakan bangunan langgar. Namun pihak Wika mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena proyek di kawasan tersebut sudah rampung.

“Sudah pernah ke Wika, jawabannya dana sudah ga ada, sudah selesai proyek. Sehingga ini kita lapor ke dewan supaya dibantu mengamankan semua. Kalau bisa siring nya juga ditinggikan agar tidak mudah rusak lagi,” Fauzi berharap.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Taufikqul Rahman usai meninjau Langgar Al-Ikhlas, membenarkan bahwa kontur tanah pada pada bangunan tidak padat. Kondisi ini diperparah dengan gorong-gorong yang belum rampung, sehingga berakibat pada pergeseran tanah.

Taufikqul mengusulkan agar pengelola Langgar Al-Ikhlas mengajukan bantuan dana hibah kepada pemerintah kota.

“Kita sarankan pengelola Langgar ajukan permohonan dana hibah untuk perbaikan rumah ibadah. Bisa juga nanti dinaikan dari langgar menjadi masjid,” ujarnya. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.