Iwan Wahyudi : UN Layak Dihapus, Kualitas dan Fasilitas Pendidikan Berbeda

December 4, 2019 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi mendukung jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghapus UN. Menurutnya pelaksanaan pendidikan terutama kualitas pendidikan antar daerah berbeda-beda sehingga hasil UN tidak bisa dijadikan patokan atau standar.

“Saya bicara atas pandangan pribadi ya bukan mewakili komisi. Mengenai rencana menteri pendidikan nasional kalau saya sepakat karena kualitas pendidikan setiap provinsi setiap kota tidak merata dari sisi SDM, fasilitasnya dan segala macam,” ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Dikatakan Iwan, jika menjadi parameter standar penilaian itu melalui ujian nasional, menurutnya kurang tepat. Parameter-parameter lain juga menentukan kualitas pendidikan.

Politisi PPP Balikpapan juga menilai kualitas pendidikan di daerah perkotaan dengan kabupaten yang jauh dari akses dan fasilitas, tentu sangat mempengaruhi kualitas  pendidikan di daerah itu.

“Termasuk juga di Balikpapan kita sendiri kan tau masih banyak daerah-daearah yang jauh dari aksesnya, jaraknya. Kayak di Karaiangau, Karang Joang apakah sama kualitasnya dengan yang ada di kota. Sejauh mana pemerintah kota mendistribusikan SDMnya, guru-guru, fasilitas pendidikan dengan daearah yang jauh tentu ini berbeda,” ujarnya.

Iwan juga menekan soal pendidikan Kota Balikpapan agar lebih menguatkan pada karakter peserta didik agar memiliki pendirian karakter yang sangat baik seperti pembelajaran kejujuran dan kemandirian dan nilai positif lainya.

“Ini harus ditanamkan pada putra putri kita. Jadi pendidikan ini tidak harus berpatok pada hapalan, hitungan kalkulasi tapi pondasi karakter anak yang jauh lebih baik. Ketika mereka menghadapi persoalan itu mereka kan lebih strong menghadapi tantangan  kedepan lebih lagi era terbuka, digital segala informasi mudah diakses,” jelasnya. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.