KPU Kubar Akan Rekrut PPK dan KPPS

November 20, 2019 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), pada bulan Desember 2019 mendatang akan melakukan perekrutan petugas penyelenggara Adhoc (sementara) Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Sauara (KPPS) mulai dari kecamatan hingga kampung, untuk penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye

Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye, Senin (18/11/2019) menyampaikan kepada wartawan, untuk Pilkada 2020 dalam perekrutan terdiri 3 tahapan. Untuk perekrutan PPK proses tahapannya dibuka sejak 1-31 Januari 2020. Perekrutan PPS mulai 21 Februari hingga 21 Maret 2020. Sedangkan KPPS direkrut sebulan menjelang pemilu, yakni sejak 21 Juni sampai 21 Agustus 2020.

Dikatakan Arkadius Hanye, dijadwalkan KPPS dilantik pada 22 Agustus 2020. Sedangkan persyaratan untuk menjadi PPK dan KPPS dalam perekrutannya nanti, diantaranya tidak pernah selama dua periode dalam jabatan PPK dan KPPS terdahulu. Kemudian tidak pernah terlibat di partai politik, baik pengurus maupun anggota selama 5 tahun.

“Persyaratan menjadi anggota minimal pendidikannya SLTA/sederajat. Tidak ada ikatan pernikahan sesama penyelenggara (adhoc). Minimal berumur 17 tahun, dan maksimal 60 tahun, serta sehat jasmani rohani,” ungkap A Hanye .

Dihimbau katua KPU agar masyarakat antusias mengikuti perekrutan PPK dan KPPS, dan mempersiapkan diri sejak saat ini.

“ Karena tahapannya pada Januari 2020. Tetapi untuk surat pengumuman terbuka akan disampaikan pada Desember 2019,” ujarnya.

Untuk diketahui, perekrutan PPK per kecamatan berjumlah 5 orang. Total PPK 16 kecamatan se-Kubar sebanyak 80 orang. Sedangkan PPS per kampung/kelurahan sebanyak 3 orang. Untuk 16 kecamatan total 579 orang.

Sekadar diketahui, petugas adhoc mulai dari PPK, PPS dan KPPS hanya bertugas sementara atau selama kegiatan. Yakni setiap ada kegiatan KPU, baru direkrut dan ditetapkan. (arf).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.