Dewan Desak Bentuk Pansus PDAM

November 15, 2019 by  
Filed under Balikpapan

Balikpapan – Fraksi DPRD Kota Balikpapan mendesak agar dilakukan audit kinerja dan membentuk pansus PDAM. Hal itu karena hingga kini keluhan masyarakat terkait pelayanan PDAM justru makin meningkat.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Balikpapan Haris,

“Kalau dari Fraksi PDIP meminta audit kerja sampai dengan pansus, kenapa kami minta pansus smpai sekarang keluhan masyarakat bukannya berkurang tapi makin bertambah,” ujar Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Balikpapan Haris, Kamis (14/11/2019).

Bahkan kata Haris, dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen PDAM, setiap tahunnya PDAM Balikpapan menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar untuk gaji dan program kerja. Namun pelayanan tak kunjung membaik. Keinginan membentuk pansus ini karena karena keluhan masyarakat yang terus bertambah.

“Kami beranggapan pada saat RDP kemarin dengan Dirut PDAM, hampir setiap bulannya itu habiskan Rp 20 miliar berarti kalau saya kalikan saja satu tahun itu berapa? Rp 240 miliar,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini PDAM selalu mengeluhkan minimnya air baku, namun justru tidak melakukan inovasi untuk mengatasinya. Harusnya jika ada persoalan yang menghambat, PDAM terbuka sehingga bisa diselesaikan. Masyarakat hanya menginginkan dapat terlayani PDAM. Kekuranga yang ada hendaknyua dapat segera dicarikan solusi dan inovasi.

“Itu yang pada saat saya sampaikan, kalau 2019 ada masalah, masalahnya apa kalau bisa diselesaikan di tahun 2020. Tapi kalau jawabannya hanya air (baku) semua orang juga tahu. Kalau mau bicara air yang lebih penting kerja inovasi,” ujarnya.

Sebelumnya anggota Komisi II Syukri Wahid menuturkan, sambungan baru PDAM hingga kini baru 79 persen atau 101.421 sambungan. Anggota Fraksi PKS itu mengatakan, harus bisa terealisasi 100 persen setelah berakhirnya kepemimpinan Rizal Effendi-Rahmad Mas’ud. (an)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.