Pemuda Milenial Ditantang Jadi Petani

November 8, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

Samarinda- Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim menantang pemuda atau kaum milenial yang ada di Kaltim menjadi petani yang akan dibina dan diberikan bantuan berupa bibit dan alat untuk pertanian secara gratis.

“Sebagian besar petani yang ada di Kaltim sudah lanjut usia yang masih rajin menggarap sawah mereka. Sementara disisi lain anak mudanya masih kurang meminat menjadi petani,” kata Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Uni Gamayati kepada vivaborneo.com

Mereka lebih tertarik ke sektor pertambangan dan sektor lainnya. Padahal mereka (kaum milenial) memiliki lahan untuk bertani alasannya dipertambangan dianggap keren secara penampilan dan hal-hal lainnya.

“Kami mencoba mengajak dan membangunan kesadaran anak-anak muda atau pemuda menjadi petani milenial dengan memberikan bantuan untuk bertani,” ucapnya lagi

Bantuan akan diberikan dengan syarat memiliki lahan pertanian 100 Hektar. Kepada mereka nantinya akan diberi bibit terlebih dahulu. Jika terlihat bagus dan semangat bertaninya tinggi, akan dibantu kembali dengan alat bertani seperti eksatvator dan alat pemotong padi

“Di Kaltim saat ini ada 3 kelompok petani melinial, mereka menamam jagung dan padi. Kalau mereka semangat dalam proses bertaninya tentu kami akan semangat dalam membantu mereka,” terangnya

Menurut Uni, regenerasi perlu dilakukan untuk mencegah adanya kelangkaan sumber daya manusia petani yang berakibat pada tingginya upah di sektor pertanian. Untuk menggeber regenerasi, pemerintah perlu lebih dulu melakukan reformasi di bidang pertanian. Misalnya dengan memanfaatkan transformasi teknologi.

“Generasi milenial sangat konsen atau suka apabila ada hal-hal yang berbau teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi bisa menjadi salah satu penarik milenial untuk bertani,” pungkasnya (Man)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.