Manfaatkan Lahan Perkantoran Jadi Obor Pangan Lestari

November 7, 2019 by  
Filed under Agrobisnis

Samarinda – Memanfaatkan lahan pekarangan kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DP TPH) Kaltim yang berada di jalan Basuki Rahmat Samarinda sebagai sumber pangan dan gizi.

Obor Pangan Lestari (OPAL) adalah Program Kementerian Pertanian mengajak seluruh Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian, dan Dinas Provinsi, Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki/dikuasai di sekitar area perkantoran dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

“Melalui program OPAL, kami meminta seluruh kantor lingkup Kementerian Pertanian dan dinas lingkup pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota memanfaatkan area perkantoran dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral,” kata Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Uni Gamayati kepada vivaborneo.com

Opal bisa dilakukan penaman kepada median tanah langsung atau menggunakan polybag tanaman atau tanaman hidroponik dilahan kantor yang terhitung sempit. Opal juga menjadi ajang promosi di kantor dan sebagai percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan.

“Jadi yang melihat tanaman ini bisa pegawai kantor-kantor maupun tamu-tamu yang datang berkunjung. Dan itu sudah berapa orang perharinya,” jelasnya

Jenis tanaman yang ditanam bisa buah-buahan maupun sayuran yang bermanfaat dan tentunya. Tidak ada aturan mengenai luasan dan jenis tanamannya dan ini ada dananya sebesar 50 juta untuk bahan dan tanamannya disetiap lokasi.

“Ini ada semua di seluruh kantor Dinas Pangan, TPH kabupaten dan kota se Kaltim. Dan tujuan jangka panjangnya sebagai upaya promosi penganekaraganan konsumsi pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat,” pungkasnya (man)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.